Paket ini dirancang untuk latihan UKOM VST Kepala Madrasah dengan model soal berbasis kasus, analisis kebijakan, penentuan prioritas, dan pengambilan keputusan. Pengecoh dibuat mirip sehingga Anda harus memilih tindakan yang paling tepat, bukan sekadar jawaban yang terlihat benar.
Cakupan soal:
* Soal 1–25: Manajerial dan kepemimpinan madrasah.
* Soal 26–45: Pengelolaan keuangan dan penganggaran.
* Soal 46–65: Supervisi akademik dan pengembangan kompetensi guru.
* Soal 66–85: Pengembangan madrasah, mutu, dan transformasi digital.
* Soal 86–100: Kewirausahaan dan inovasi kepemimpinan.
Petunjuk pengerjaan: Pilih satu jawaban yang paling tepat. Utamakan jawaban yang berbasis data, sesuai kewenangan, transparan, berorientasi pada murid, serta dapat dipertanggungjawabkan. Soal berikut merupakan simulasi latihan, bukan naskah resmi atau bocoran UKOM.
### Bagian I — Manajerial dan kepemimpinan madrasah
1. Hasil evaluasi menunjukkan nilai akademik madrasah meningkat, tetapi ketidakhadiran murid dan keluhan orang tua juga meningkat. Langkah pertama kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Mempertahankan program akademik dan meminta wali kelas menertibkan kehadiran.
B. Mengadakan rapat seluruh guru untuk menyepakati penambahan jam pembelajaran.
C. Memvalidasi data kehadiran, hasil belajar, dan keluhan untuk menemukan hubungan serta akar masalah.
D. Mengganti koordinator bidang akademik karena peningkatan nilai tidak diikuti kepuasan orang tua.
E. Menyusun program penghargaan bagi guru dengan hasil belajar tertinggi dan kehadiran murid terbaik.
2. Dua wakil kepala madrasah berselisih tentang pembagian sumber daya. Perselisihan mulai memengaruhi pelayanan kepada murid. Tindakan kepala madrasah yang paling efektif adalah …
A. Menetapkan keputusan sendiri berdasarkan pengalaman agar pekerjaan segera berjalan.
B. Memfasilitasi dialog berbasis tugas, data, kriteria prioritas, dan tanggung jawab yang disepakati.
C. Meminta kedua wakil kepala madrasah menyelesaikan masalah tanpa campur tangan pimpinan.
D. Memindahkan salah satu wakil kepala madrasah untuk menghentikan konflik.
E. Membagi sumber daya sama rata agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
3. Madrasah memiliki banyak program, tetapi sebagian besar tidak mempunyai indikator keberhasilan yang terukur. Apa yang seharusnya dilakukan kepala madrasah?
A. Menambah indikator pada semua program tanpa mengubah pelaksanaannya.
B. Meminta setiap koordinator menyusun laporan kegiatan secara lebih terperinci.
C. Mempertahankan program lama dan menambahkan program inovasi sebagai pembanding.
D. Menetapkan target berdasarkan jumlah kegiatan yang dapat diselesaikan setiap semester.
E. Memetakan program terhadap tujuan strategis, menetapkan indikator hasil, target, penanggung jawab, dan jadwal evaluasi.
4. Seorang guru senior menolak kebijakan baru karena merasa pengalamannya tidak dihargai. Kebijakan tersebut sebenarnya diperlukan berdasarkan hasil evaluasi. Respons terbaik kepala madrasah adalah …
A. Menjelaskan dasar kebijakan, mendengarkan keberatan, melibatkan guru dalam penyempurnaan teknis, dan menjaga tujuan perubahan.
B. Membatalkan kebijakan sampai seluruh guru menyetujuinya.
C. Memerintahkan guru mengikuti kebijakan karena keputusan kepala madrasah bersifat mengikat.
D. Menyerahkan sosialisasi kepada guru yang paling dekat dengan guru senior tersebut.
E. Memberikan teguran tertulis agar guru lain tidak meniru penolakan tersebut.
5. Dalam rapat, mayoritas guru mendukung keputusan yang bertentangan dengan data kebutuhan murid. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Mengikuti mayoritas demi menjaga keharmonisan organisasi.
B. Menunda keputusan sampai semua guru memiliki pendapat yang sama.
C. Meminta pengawas menentukan keputusan untuk menghindari konflik internal.
D. Menyajikan data, menguji asumsi bersama, dan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan murid serta ketentuan yang berlaku.
E. Menggunakan kewenangan pimpinan tanpa perlu menjelaskan alasan keputusan.
6. Anggaran terbatas, sedangkan madrasah harus memperbaiki toilet, membeli perangkat presentasi, dan mempercantik ruang pimpinan. Prioritas pertama adalah …
A. Perangkat presentasi karena berdampak langsung pada pembelajaran.
B. Toilet karena kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelayakan layanan merupakan kebutuhan mendasar.
C. Ruang pimpinan karena citra kelembagaan memengaruhi kepercayaan masyarakat.
D. Membagi anggaran sama rata kepada ketiga kebutuhan.
E. Menunda seluruh kegiatan sampai tersedia tambahan dana.
7. Kepala madrasah menemukan bahwa laporan kinerja seorang koordinator selalu tepat waktu, tetapi hasil programnya rendah. Penilaian yang paling tepat adalah …
A. Kinerja baik karena seluruh laporan diserahkan sesuai jadwal.
B. Kinerja cukup karena pelaksanaan administrasi sudah tertib.
C. Kinerja perlu dinilai dari ketepatan proses sekaligus capaian hasil, kualitas layanan, dan tindak lanjut.
D. Kinerja buruk karena hasil program menjadi satu-satunya indikator yang relevan.
E. Kinerja tidak dapat dinilai sebelum koordinator menyelesaikan masa jabatan.
8. Dalam penyusunan program kerja, guru mengusulkan banyak kegiatan berdasarkan kebiasaan tahunan. Kepala madrasah ingin memastikan program menjawab kebutuhan nyata. Pendekatan terbaik adalah …
A. Mengutamakan program yang paling banyak mendapat dukungan.
B. Menyalin program madrasah unggul dengan karakteristik serupa.
C. Mempertahankan program rutin dan mengevaluasi hanya program baru.
D. Memilih program yang paling mudah dibiayai dan dilaksanakan.
E. Menggunakan hasil evaluasi diri, data capaian murid, kebutuhan pemangku kepentingan, dan sumber daya sebagai dasar perencanaan.
9. Seorang guru mengeluhkan beban kerja tidak merata, sementara guru lain merasa selalu diberi tugas tambahan. Apa tindakan pertama yang paling tepat?
A. Memetakan tugas, jam kerja, kompetensi, tanggung jawab tambahan, dan ketentuan pembagian kerja secara transparan.
B. Membagi seluruh tugas tambahan secara sama rata tanpa mempertimbangkan kompetensi.
C. Mengurangi tugas guru yang paling sering mengeluh.
D. Mempertahankan pembagian lama sampai muncul bukti pelanggaran.
E. Meminta guru menyelesaikan perbedaan melalui kesepakatan informal.
10. Kepala madrasah baru menemukan banyak keputusan penting hanya disimpan dalam percakapan pribadi. Risiko utama kondisi ini adalah …
A. Komunikasi menjadi lebih cepat tetapi terlalu informal.
B. Guru terlalu bergantung pada teknologi komunikasi.
C. Semua keputusan harus disahkan ulang oleh pengawas.
D. Akuntabilitas, kesinambungan pelaksanaan, pelacakan keputusan, dan evaluasi menjadi lemah.
E. Hubungan personal pimpinan dengan guru menjadi terlalu dekat.
11. Seorang wali murid mengadukan dugaan perlakuan tidak adil terhadap anaknya. Informasi awal baru berasal dari satu pihak. Kepala madrasah seharusnya …
A. Langsung meminta guru meminta maaf untuk meredakan situasi.
B. Mendokumentasikan aduan, melindungi kepentingan murid, memeriksa informasi dari pihak terkait, dan menjaga kerahasiaan.
C. Menunggu laporan tertulis dari seluruh saksi sebelum melakukan tindakan perlindungan.
D. Meminta komite madrasah menyelesaikan masalah secara informal.
E. Mengumumkan kasus dalam rapat guru agar semua pihak dapat menilai.
12. Kepala madrasah menerima beberapa tugas mendesak pada hari yang sama. Salah satunya menyangkut keselamatan murid, sedangkan lainnya menyangkut laporan administrasi. Prinsip prioritas yang tepat adalah …
A. Mengerjakan tugas yang memiliki tenggat paling dekat.
B. Mendahulukan laporan yang akan diperiksa atasan.
C. Menangani keselamatan segera, mendelegasikan tugas yang layak, lalu mengatur pekerjaan administratif menurut urgensi dan dampak.
D. Menyelesaikan tugas secara berurutan berdasarkan waktu penerimaan.
E. Meminta seluruh pemilik tugas menentukan urutannya sendiri.
13. Sebagian besar keputusan madrasah masih menunggu persetujuan kepala madrasah. Akibatnya, pelayanan lambat. Solusi terbaik adalah …
A. Mempercepat persetujuan kepala madrasah dengan menetapkan jam konsultasi harian.
B. Menyerahkan seluruh keputusan operasional kepada wakil kepala madrasah.
C. Menambah jumlah rapat koordinasi untuk mempercepat komunikasi.
D. Mengurangi jumlah keputusan yang harus dicatat.
E. Menetapkan batas kewenangan, standar operasional, mekanisme eskalasi, dan pemantauan keputusan yang didelegasikan.
14. Program literasi telah berjalan dua tahun, tetapi kemampuan memahami bacaan tidak meningkat. Kepala madrasah seharusnya …
A. Mengevaluasi kualitas pelaksanaan, kesesuaian strategi dengan kebutuhan murid, dan bukti perubahan kemampuan sebelum memperbaiki program.
B. Menambah durasi membaca harian tanpa mengubah strategi.
C. Mengganti koordinator literasi karena program belum berhasil.
D. Menambah lomba membaca agar motivasi murid meningkat.
E. Menghentikan program karena hasilnya tidak sesuai target.
15. Dalam rapat anggaran, seorang pejabat mengusulkan program yang menguntungkan unitnya meskipun tidak masuk prioritas madrasah. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menyetujui sebagian agar hubungan kerja tetap baik.
B. Menolak usulan tanpa memberi kesempatan penjelasan.
C. Meminta unit lain mengalah karena program tersebut diusulkan pejabat.
D. Menguji usulan dengan kriteria kebutuhan, dampak, legalitas, biaya, dan kesesuaian rencana madrasah.
E. Menunda pembahasan sampai pejabat tersebut tidak menghadiri rapat.
16. Ketika perubahan kebijakan menimbulkan kecemasan guru, kepala madrasah ingin menjaga kepercayaan. Strategi paling tepat adalah …
A. Menyampaikan bahwa perubahan tidak akan memengaruhi pekerjaan guru.
B. Menjelaskan alasan, dampak, tahapan, dukungan, ruang umpan balik, dan hal-hal yang masih dapat disesuaikan.
C. Menghindari komunikasi sampai seluruh petunjuk teknis selesai.
D. Meminta guru menerima perubahan sebagai bagian dari kewajiban.
E. Mengumumkan perubahan hanya melalui surat resmi.
17. Hasil survei menunjukkan kepuasan orang tua tinggi, tetapi capaian belajar murid stagnan. Kesimpulan terbaik adalah …
A. Survei kepuasan tidak diperlukan lagi karena tidak mengukur hasil belajar.
B. Madrasah telah berhasil karena orang tua merupakan pemangku kepentingan utama.
C. Kepuasan dan capaian belajar merupakan dimensi berbeda yang harus dianalisis bersama melalui indikator mutu yang relevan.
D. Capaian belajar perlu disesuaikan agar selaras dengan persepsi orang tua.
E. Program akademik harus diubah tanpa perlu menganalisis faktor lainnya.
18. Kepala madrasah hendak membentuk tim peningkatan mutu. Komposisi yang paling efektif adalah …
A. Guru senior yang memiliki masa kerja paling panjang.
B. Pimpinan dan guru berprestasi akademik tertinggi.
C. Seluruh guru agar semua pihak memiliki beban dan kewenangan sama.
D. Pegawai yang bersedia menjadi anggota tanpa mempertimbangkan peran.
E. Anggota lintas fungsi dengan kompetensi relevan, keterwakilan, kewenangan jelas, dan target terukur.
19. Terjadi penurunan disiplin guru setelah pemberlakuan sistem presensi digital. Langkah paling tepat adalah …
A. Memeriksa validitas sistem, data presensi, pola kejadian, kendala pengguna, dan konsistensi aturan sebelum menetapkan perbaikan.
B. Mengembalikan presensi manual karena sistem digital terbukti gagal.
C. Memberikan sanksi kepada semua guru yang tercatat terlambat.
D. Mengganti aplikasi dengan aplikasi berbayar.
E. Menyerahkan evaluasi kepada operator karena masalah bersifat teknis.
20. Sebuah keputusan sudah sesuai aturan, tetapi berpotensi merugikan kelompok murid yang membutuhkan dukungan khusus. Kepala madrasah seharusnya …
A. Melaksanakan keputusan tanpa perubahan karena legalitas sudah terpenuhi.
B. Menunda semua layanan sampai tersedia aturan baru.
C. Meminta kelompok murid tersebut mengikuti mekanisme yang sama tanpa penyesuaian.
D. Menilai dampak, memastikan prinsip keadilan dan aksesibilitas, serta mencari penyesuaian yang tetap sesuai aturan.
E. Menyerahkan persoalan sepenuhnya kepada orang tua.
21. Dalam rapat evaluasi, guru hanya menyampaikan keberhasilan dan menghindari masalah. Kepala madrasah ingin membangun budaya evaluasi yang jujur. Tindakan terbaik adalah …
A. Memberi nilai rendah kepada tim yang melaporkan banyak masalah.
B. Memisahkan evaluasi dari penilaian personal, meminta bukti, mengidentifikasi akar masalah, dan menyepakati tindak lanjut.
C. Mengurangi pertanyaan kritis agar suasana rapat nyaman.
D. Menyusun laporan berdasarkan data yang paling positif.
E. Menyerahkan seluruh evaluasi kepada pihak eksternal.
22. Madrasah mempunyai banyak data, tetapi keputusan program masih berdasarkan intuisi. Langkah paling tepat adalah …
A. Mengadakan pelatihan statistik untuk seluruh guru sebelum mengambil keputusan.
B. Membeli aplikasi analitik yang memiliki banyak fitur.
C. Menentukan pertanyaan keputusan, memilih data yang relevan, memeriksa kualitasnya, lalu menggunakannya untuk menguji alternatif tindakan.
D. Mengumpulkan lebih banyak data agar keputusan menjadi objektif.
E. Menyerahkan analisis kepada operator karena data berada dalam sistem digital.
23. Seorang koordinator sangat kompeten, tetapi gagal berkolaborasi dengan tim. Pendekatan pengembangan yang tepat adalah …
A. Memindahkannya ke pekerjaan individual yang tidak memerlukan koordinasi.
B. Mengurangi target agar hubungan tim membaik.
C. Memberikan promosi agar motivasinya meningkat.
D. Menilai kompetensi teknis saja karena hasil kerja tetap tercapai.
E. Memberi umpan balik spesifik, menyepakati perilaku kolaboratif, menyediakan pendampingan, dan mengevaluasi perubahan.
24. Madrasah ingin meningkatkan partisipasi komite tanpa mengaburkan kewenangan kepala madrasah. Pola yang tepat adalah …
A. Melibatkan komite dalam masukan, dukungan, pengawasan sesuai kewenangan, dan evaluasi, sambil menjaga batas peran pengelolaan.
B. Menyerahkan persetujuan seluruh keputusan operasional kepada komite.
C. Mengundang komite hanya ketika madrasah membutuhkan dana.
D. Membatasi komite pada kegiatan seremonial agar tidak terjadi konflik.
E. Memberikan akses penuh terhadap seluruh data pribadi murid untuk transparansi.
25. Dalam evaluasi tahunan, indikator output tercapai, tetapi manfaat program belum terlihat. Apa kesimpulan yang paling tepat?
A. Program berhasil karena seluruh target output tercapai.
B. Program gagal total dan harus dihentikan.
C. Indikator output perlu dihapus agar penilaian lebih sederhana.
D. Capaian kegiatan belum membuktikan perubahan hasil; evaluasi perlu menilai outcome, kualitas, dan keberlanjutan dampak.
E. Manfaat program cukup dinilai dari kepuasan pelaksana.
### Bagian II — Pengelolaan keuangan dan penganggaran
26. Madrasah menerima dana dengan petunjuk penggunaan tertentu. Salah satu kebutuhan mendesak belum tercantum dalam rencana kegiatan dan anggaran. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Menggunakan dana tersebut karena kebutuhan mendesak lebih penting daripada rencana awal.
B. Menggunakan dana sementara, kemudian melengkapi dokumen perubahan.
C. Memeriksa ketentuan sumber dana, memastikan kebutuhan memenuhi syarat, lalu menempuh perubahan perencanaan sesuai prosedur sebelum membelanjakan.
D. Meminta bendahara memutuskan apakah kebutuhan tersebut dapat dibiayai.
E. Mengalihkan dana dari kegiatan yang belum dilaksanakan tanpa persetujuan lebih lanjut.
27. Realisasi anggaran menunjukkan penyerapan 95%, tetapi sebagian besar target hasil belum tercapai. Evaluasi yang paling tepat adalah …
A. Menilai keberhasilan dari penyerapan dan ketepatan administrasi saja.
B. Memeriksa hubungan antara belanja, keluaran, kualitas pelaksanaan, dan hasil program serta mengidentifikasi penyebab kesenjangan.
C. Menambah anggaran tahun berikutnya untuk mempercepat pencapaian target.
D. Mengurangi target program agar sesuai dengan realisasi.
E. Menyimpulkan bahwa pelaksana telah bekerja optimal karena anggaran hampir habis.
28. Bendahara mengusulkan pembelian barang melalui satu penyedia karena prosesnya lebih cepat. Namun, harga pembanding belum tersedia. Tindakan kepala madrasah yang paling tepat adalah …
A. Menyetujui pembelian apabila penyedia sudah dikenal madrasah.
B. Meminta penyedia memberikan diskon setelah barang diterima.
C. Membagi pembelian menjadi beberapa transaksi kecil agar proses lebih cepat.
D. Meminta guru pengguna barang memilih penyedia berdasarkan kenyamanan.
E. Memastikan metode pengadaan sesuai ketentuan, memeriksa kewajaran harga, spesifikasi, konflik kepentingan, dan bukti transaksi.
29. Dalam laporan keuangan ditemukan selisih antara saldo kas menurut catatan dan hasil pemeriksaan fisik. Langkah pertama yang tepat adalah …
A. Menghentikan transaksi terkait, mengamankan bukti, merekonsiliasi catatan dan dokumen, lalu menelusuri selisih secara objektif.
B. Meminta bendahara mengganti selisih agar laporan segera seimbang.
C. Mengoreksi saldo akhir berdasarkan hasil pemeriksaan fisik tanpa penelusuran.
D. Menunggu pemeriksaan tahunan untuk memastikan apakah selisih berulang.
E. Menghapus transaksi yang tidak memiliki bukti lengkap dari laporan.
30. Kepala madrasah mengetahui seorang pemasok memiliki hubungan keluarga dengan salah satu anggota tim pengadaan. Pemasok tersebut menawarkan harga kompetitif. Keputusan terbaik adalah …
A. Menolak pemasok secara otomatis karena hubungan keluarga selalu melanggar aturan.
B. Menerima penawaran karena harga merupakan pertimbangan utama.
C. Meminta anggota tim tersebut menandatangani pernyataan bahwa ia bersikap netral.
D. Mengungkap dan menangani konflik kepentingan sesuai ketentuan, memastikan proses objektif, serta mendokumentasikan keputusan.
E. Menunjuk pemasok lain tanpa memeriksa kesesuaian harga dan kualitas.
31. Dana pemeliharaan tersisa pada akhir tahun anggaran, sementara terdapat kebutuhan perbaikan yang belum direncanakan. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Menghabiskan sisa dana untuk barang yang mungkin berguna tahun depan.
B. Membagi sisa dana kepada unit yang paling aktif.
C. Memeriksa ketentuan penggunaan dan batas waktu, menilai kebutuhan, serta memastikan perubahan atau pengadaan sah sebelum mengambil keputusan.
D. Membayar pekerjaan terlebih dahulu agar dana tidak tersisa.
E. Menyimpan dana di rekening pribadi pimpinan sampai kebutuhan muncul.
32. Rencana anggaran memuat kegiatan yang sama pada dua komponen pembiayaan. Risiko utama yang harus diperiksa adalah …
A. Terlalu banyak indikator keberhasilan.
B. Pembiayaan ganda atas kebutuhan atau keluaran yang sama dan ketidakakuratan pertanggungjawaban.
C. Pembagian tugas antarpelaksana yang terlalu rinci.
D. Ketidakseimbangan antara belanja barang dan belanja jasa.
E. Terlalu tingginya partisipasi unit kerja.
33. Madrasah menghadapi penurunan penerimaan yang diperkirakan berlangsung enam bulan. Langkah pengelolaan keuangan terbaik adalah …
A. Memotong seluruh anggaran setiap unit dengan persentase yang sama.
B. Mengurangi anggaran pembelajaran karena kegiatan akademik sudah berjalan.
C. Menggunakan dana cadangan tanpa menghitung kebutuhan kas mendatang.
D. Menunda seluruh pembayaran kepada penyedia sampai penerimaan pulih.
E. Menyusun proyeksi arus kas, melindungi layanan esensial, menentukan prioritas penghematan, dan memantau skenario pendanaan.
34. Seorang pelaksana mengajukan kuitansi lengkap, tetapi barang yang tercatat belum ditemukan di ruang penyimpanan. Apa tindakan paling tepat?
A. Memverifikasi penerimaan fisik, dokumen serah terima, lokasi barang, dan pihak yang bertanggung jawab sebelum menyetujui pertanggungjawaban.
B. Menerima laporan karena kuitansi sudah lengkap.
C. Menolak laporan secara permanen tanpa meminta klarifikasi.
D. Meminta pelaksana membuat kuitansi baru dengan tanggal berbeda.
E. Menganggap barang telah digunakan guru karena tidak ditemukan di gudang.
35. Dalam menyusun anggaran, kepala madrasah harus memilih antara membeli perangkat mahal dengan teknologi terbaru dan memperbaiki perangkat lama yang masih berfungsi. Dasar keputusan terbaik adalah …
A. Memilih teknologi terbaru agar madrasah terlihat maju.
B. Memperbaiki perangkat lama karena selalu lebih hemat.
C. Mengikuti pilihan mayoritas guru tanpa menghitung biaya.
D. Membandingkan kebutuhan, biaya siklus hidup, manfaat pembelajaran, risiko, kompatibilitas, dan biaya pemeliharaan.
E. Memilih perangkat yang paling mudah diperoleh meskipun spesifikasinya berbeda.
36. Seorang guru meminta dana kegiatan segera dicairkan, sementara dokumen rencana dan persetujuan belum lengkap. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Menyetujui pencairan berdasarkan kepercayaan kepada guru.
B. Memberikan uang muka dari dana pribadi bendahara.
C. Meminta kelengkapan dan validasi dokumen sesuai prosedur sebelum pencairan, sambil mempercepat proses administrasi yang sah.
D. Menolak semua pengajuan guru tersebut pada masa mendatang.
E. Mengizinkan kegiatan berjalan dan menyelesaikan dokumen setelahnya.
37. Pemeriksaan internal menemukan transaksi yang sah, tetapi tidak didukung bukti yang memadai. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menganggap transaksi fiktif karena dokumennya tidak lengkap.
B. Meminta bukti pendukung yang dapat diverifikasi, mendokumentasikan penelusuran, dan menindaklanjuti sesuai aturan.
C. Menghapus transaksi dari pembukuan tanpa penjelasan.
D. Meminta penyedia menerbitkan dokumen bertanggal mundur.
E. Mengabaikan temuan karena transaksi tersebut bernilai kecil.
38. Madrasah ingin meningkatkan transparansi keuangan kepada komite dan masyarakat. Praktik terbaik adalah …
A. Membuka seluruh rekening, identitas, dan data pribadi pihak yang terlibat.
B. Menyampaikan laporan lisan dalam rapat tahunan saja.
C. Mengirimkan semua dokumen transaksi tanpa memilah informasi.
D. Mengumumkan total penerimaan saja agar masyarakat mudah memahami.
E. Menyampaikan informasi anggaran dan realisasi yang relevan melalui mekanisme resmi, disertai penjelasan dan perlindungan data sensitif.
39. Sebuah kegiatan memiliki anggaran Rp20 juta. Realisasi mencapai Rp18 juta, tetapi hanya 60% dari sasaran peserta yang terlayani. Kesimpulan awal yang paling tepat adalah …
A. Efisiensi anggaran pasti baik karena belanja lebih rendah dari pagu.
B. Kegiatan berhasil karena sebagian besar anggaran sudah digunakan.
C. Kegiatan gagal karena seluruh anggaran tidak terserap.
D. Perlu dianalisis penyebab rendahnya cakupan, biaya per penerima manfaat, mutu layanan, dan kemungkinan perubahan kebutuhan.
E. Anggaran tahun depan harus dinaikkan menjadi Rp30 juta.
40. Kepala madrasah menerima laporan bahwa suatu kegiatan dapat dibiayai oleh dua sumber dana berbeda. Cara paling tepat mencegah pembiayaan ganda adalah …
A. Memetakan setiap komponen biaya ke sumber dana yang sah, memberi identifikasi transaksi, dan merekonsiliasi bukti antarprogram.
B. Membagi total biaya secara sama antara kedua sumber dana.
C. Menggunakan sumber dana yang lebih mudah dicairkan.
D. Menyerahkan pencatatan kepada masing-masing pelaksana tanpa rekonsiliasi.
E. Menggabungkan seluruh bukti transaksi menjadi satu laporan tanpa rincian sumber dana.
41. Dalam audit, kepala madrasah menemukan bahwa petugas yang sama mengajukan, menyetujui, membayar, dan mencatat transaksi. Risiko utama adalah …
A. Pelayanan menjadi terlalu lambat.
B. Biaya administrasi menjadi lebih tinggi.
C. Lemahnya pemisahan fungsi meningkatkan risiko kesalahan dan penyalahgunaan yang tidak terdeteksi.
D. Pegawai lain kehilangan kesempatan belajar akuntansi.
E. Semua transaksi otomatis menjadi tidak sah.
42. Madrasah ingin membeli perangkat digital dengan biaya awal rendah, tetapi biaya langganan dan pemeliharaannya tinggi. Keputusan paling rasional adalah …
A. Memilih biaya awal terendah karena sesuai anggaran tahun berjalan.
B. Menghitung total biaya kepemilikan, manfaat, risiko ketergantungan penyedia, dan keberlanjutan pembiayaan.
C. Menolak seluruh perangkat berlangganan tanpa analisis.
D. Membeli perangkat sebanyak mungkin saat harga awal rendah.
E. Meminta penyedia menanggung seluruh biaya pemeliharaan tanpa perjanjian.
43. Dalam evaluasi, ditemukan bahwa beberapa kegiatan anggaran dilaksanakan tanpa indikator hasil. Perbaikan paling tepat untuk siklus berikutnya adalah …
A. Menambah jumlah laporan pertanggungjawaban.
B. Mengurangi jumlah kegiatan tanpa menilai manfaatnya.
C. Menetapkan indikator hanya untuk kegiatan dengan biaya besar.
D. Memastikan setiap kegiatan memiliki indikator hasil, target, biaya, penanggung jawab, dan mekanisme evaluasi sejak perencanaan.
E. Menilai keberhasilan berdasarkan ketepatan waktu pelaksanaan saja.
44. Kepala madrasah diminta menyetujui pembayaran segera karena penyedia mengancam menghentikan layanan. Dokumen serah terima belum diverifikasi. Tindakan terbaik adalah …
A. Membayar penuh demi menjaga hubungan dengan penyedia.
B. Membayar sebagian berdasarkan perkiraan kualitas pekerjaan.
C. Meminta bendahara memutuskan tanpa melibatkan kepala madrasah.
D. Mengganti penyedia sebelum memeriksa isi kontrak.
E. Memeriksa kontrak, status pekerjaan, bukti penerimaan, dan ketentuan pembayaran; kemudian menyelesaikan verifikasi secepat mungkin.
45. Kepala madrasah ingin menentukan program yang dipertahankan saat anggaran dipotong 15%. Metode paling tepat adalah …
A. Mempertahankan program yang paling populer di media sosial.
B. Memotong setiap program sebesar 15% tanpa pengecualian.
C. Mengurutkan program berdasarkan kewajiban, dampak pada murid, risiko jika dihentikan, efektivitas biaya, dan alternatif pelaksanaan.
D. Mempertahankan program yang sudah lama berjalan.
E. Memprioritaskan program yang paling mudah dipertanggungjawabkan secara administratif.
### Bagian III — Supervisi akademik dan pengembangan guru
46. Seorang guru memperoleh nilai supervisi tinggi karena perangkat pembelajarannya lengkap. Namun, murid pasif dan kesulitan menjelaskan konsep. Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Supervisi perlu menilai keselarasan perencanaan, praktik pembelajaran, keterlibatan murid, asesmen, dan hasil belajar.
B. Guru telah memenuhi standar karena perangkat pembelajaran lengkap.
C. Nilai supervisi harus diturunkan tanpa diskusi dengan guru.
D. Guru harus mengganti seluruh perangkat pembelajaran.
E. Kepala madrasah perlu menambah frekuensi pemeriksaan administrasi.
47. Seorang guru menolak observasi kelas karena merasa supervisi merupakan bentuk pencarian kesalahan. Pendekatan terbaik adalah …
A. Menetapkan observasi mendadak agar guru tidak dapat mempersiapkan diri.
B. Menjelaskan tujuan pengembangan, menyepakati fokus observasi, menjaga profesionalitas, dan melakukan dialog reflektif setelahnya.
C. Menghapus supervisi terhadap guru yang berpengalaman.
D. Meminta guru lain melaporkan perilaku mengajar tersebut.
E. Memberi teguran karena guru tidak mendukung program madrasah.
48. Setelah supervisi, kepala madrasah memberikan umpan balik, tetapi praktik guru tidak berubah. Langkah berikutnya adalah …
A. Mengulangi umpan balik yang sama dengan bahasa lebih tegas.
B. Mengganti guru yang bersangkutan dengan guru lain.
C. Menambah skor administrasi untuk mendorong perubahan.
D. Menetapkan satu atau dua sasaran perilaku yang spesifik, menyediakan pendampingan, mempraktikkan strategi, dan meninjau bukti kemajuan.
E. Menyerahkan sepenuhnya perubahan kepada guru karena supervisi sudah dilakukan.
49. Hasil asesmen menunjukkan sebagian murid menguasai materi, sedangkan sebagian lain belum memahami konsep prasyarat. Guru ingin memberikan pembelajaran yang sama agar adil. Kepala madrasah sebaiknya mendorong guru untuk …
A. Menurunkan target semua murid agar lebih mudah tercapai.
B. Memberikan tugas tambahan kepada murid yang belum menguasai materi.
C. Memisahkan murid secara permanen berdasarkan nilai.
D. Melanjutkan materi karena kalender pembelajaran harus dipenuhi.
E. Menyesuaikan dukungan, strategi, dan tingkat tantangan berdasarkan kebutuhan belajar tanpa menghilangkan tujuan pembelajaran esensial.
50. Guru meminta kepala madrasah memberikan jawaban metode mengajar yang paling benar. Sikap supervisi yang paling memberdayakan adalah …
A. Memberikan satu metode baku untuk semua mata pelajaran.
B. Menyerahkan pemilihan metode sepenuhnya kepada guru tanpa kriteria.
C. Mengajak guru menelaah tujuan, karakteristik murid, bukti pembelajaran, lalu memilih dan menguji strategi yang relevan.
D. Meminta guru meniru metode guru berprestasi.
E. Memilih metode berdasarkan preferensi kepala madrasah.
51. Hasil belajar rendah terjadi pada banyak kelas, tetapi kepala madrasah hanya menemukan satu guru yang dinilai kurang kompeten. Langkah paling tepat adalah …
A. Memeriksa faktor lintas kelas, keselarasan kurikulum, kualitas asesmen, materi prasyarat, dan kebutuhan pengembangan guru sebelum menyimpulkan penyebab.
B. Memindahkan guru tersebut ke kelas yang lebih mudah.
C. Mengadakan pelatihan umum tanpa menganalisis kebutuhan.
D. Menambah jam pelajaran untuk semua kelas.
E. Mengubah standar ketuntasan agar hasil belajar meningkat.
52. Dalam observasi, guru menggunakan teknologi secara menarik, tetapi teknologi tersebut tidak membantu murid mencapai tujuan belajar. Penilaian paling tepat adalah …
A. Pembelajaran inovatif karena menggunakan teknologi.
B. Pembelajaran belum efektif karena teknologi harus mendukung tujuan, interaksi, asesmen, dan pemahaman murid.
C. Pembelajaran berhasil jika murid terlihat antusias.
D. Guru harus mengurangi seluruh penggunaan teknologi.
E. Supervisi tidak perlu menilai pemanfaatan teknologi.
53. Kepala madrasah ingin mengembangkan komunitas belajar guru. Kegiatan yang paling berpotensi menghasilkan perubahan praktik adalah …
A. Pertemuan rutin untuk menyampaikan informasi kedinasan.
B. Seminar motivasi dengan pembicara eksternal setiap bulan.
C. Lomba membuat perangkat ajar terindah.
D. Siklus kolaboratif mengidentifikasi masalah belajar, mencoba strategi, menganalisis bukti, dan memperbaiki praktik.
E. Pengumpulan perangkat pembelajaran untuk dinilai pimpinan.
54. Seorang guru mendapat nilai supervisi rendah, tetapi menunjukkan peningkatan besar dibandingkan hasil observasi sebelumnya. Cara menilai perkembangan yang tepat adalah …
A. Mengabaikan skor karena perkembangan individu lebih penting.
B. Memberi nilai tinggi karena guru sudah berusaha.
C. Menggunakan skor awal sebagai satu-satunya dasar penilaian.
D. Menunda semua penilaian sampai guru mencapai skor tertinggi.
E. Menilai capaian terhadap standar sekaligus tren perkembangan, konteks, dan tindak lanjut yang masih diperlukan.
55. Kepala madrasah mendapati guru menggunakan asesmen yang hanya menguji hafalan, padahal tujuan pembelajaran menuntut penalaran. Perbaikan utama adalah …
A. Menambah jumlah soal hafalan agar cakupan materi lebih luas.
B. Mengurangi tingkat kesulitan soal supaya murid tidak tertekan.
C. Menyelaraskan indikator, bentuk tugas, rubrik, dan umpan balik dengan kemampuan penalaran yang ditargetkan.
D. Mengganti seluruh asesmen dengan tes lisan.
E. Memberikan nilai tambahan kepada murid yang aktif bertanya.
56. Supervisi menunjukkan guru sangat menguasai materi, tetapi interaksi kelas kurang aman bagi murid yang sering salah menjawab. Tindakan kepala madrasah yang tepat adalah …
A. Mengembangkan keterampilan umpan balik yang menghargai usaha, mendorong partisipasi, dan menjadikan kesalahan sebagai kesempatan belajar.
B. Mengurangi materi yang diajarkan guru tersebut.
C. Memindahkan murid yang sering salah menjawab ke kelas lain.
D. Menilai guru hanya berdasarkan penguasaan materi.
E. Meminta murid tidak menjawab jika belum yakin.
57. Seorang guru berprestasi meminta dibebaskan dari supervisi karena muridnya selalu memperoleh nilai tinggi. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Membebaskan guru sebagai penghargaan atas prestasi.
B. Menjalankan supervisi secara proporsional untuk pengembangan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
C. Menambah frekuensi supervisi sebagai konsekuensi permintaan tersebut.
D. Mengganti supervisi dengan pemeriksaan dokumen.
E. Menyerahkan keputusan kepada murid yang diajar.
58. Dalam supervisi, kepala madrasah menyadari bahwa ia tidak memahami karakteristik mata pelajaran tertentu. Langkah paling tepat adalah …
A. Tetap memberikan penilaian berdasarkan pengalaman mengajar umum.
B. Menyerahkan seluruh supervisi kepada guru tersebut.
C. Menilai hanya aspek kedisiplinan dan administrasi.
D. Melibatkan ahli atau supervisor yang kompeten, menggunakan instrumen relevan, dan tetap bertanggung jawab atas tindak lanjut sesuai kewenangan.
E. Membatalkan supervisi sampai kepala madrasah menguasai seluruh mata pelajaran.
59. Guru telah mengikuti pelatihan pembelajaran berdiferensiasi, tetapi belum menerapkannya. Apa tindak lanjut paling efektif?
A. Mengirim guru mengikuti pelatihan yang sama untuk kedua kalinya.
B. Meminta sertifikat pelatihan sebagai bukti keberhasilan.
C. Mengurangi beban mengajar tanpa menyusun target penerapan.
D. Menunggu guru menerapkan materi secara mandiri.
E. Mengidentifikasi hambatan, memberikan pendampingan praktik, mengamati penerapan, dan mengevaluasi dampaknya pada murid.
60. Hasil supervisi menunjukkan kelas tertib, tetapi murid hanya mengikuti instruksi tanpa bertanya atau berargumentasi. Fokus pengembangan terbaik adalah …
A. Menambah aturan kelas agar kegiatan semakin tertib.
B. Mengurangi aktivitas diskusi untuk menjaga waktu.
C. Mengembangkan pertanyaan terbuka, diskusi bermakna, tugas pemecahan masalah, dan asesmen yang mengungkap pemikiran murid.
D. Mengganti metode ceramah dengan permainan pada setiap pertemuan.
E. Memperbanyak pekerjaan rumah untuk melatih kemandirian.
61. Kepala madrasah menemukan guru menggunakan satu rubrik yang sama untuk tugas dengan tujuan kompetensi berbeda. Risiko utamanya adalah …
A. Penilaian tidak valid karena kriteria tidak cukup mewakili kompetensi yang diukur.
B. Penilaian menjadi lebih objektif karena semua murid menggunakan rubrik yang sama.
C. Beban kerja guru menjadi terlalu ringan.
D. Hasil penilaian pasti lebih rendah.
E. Guru tidak dapat menggunakan asesmen formatif.
62. Dalam pertemuan pascasupervisi, guru langsung membantah seluruh temuan observasi. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Mengakhiri pertemuan karena guru tidak terbuka.
B. Memaparkan bukti spesifik, meminta perspektif guru, membandingkan interpretasi, dan menyepakati fokus perbaikan yang dapat diamati.
C. Mengubah semua temuan agar guru bersedia menerima.
D. Mengirim hasil observasi kepada seluruh guru untuk meminta pendapat.
E. Memberikan teguran tertulis sebelum membahas bukti.
63. Madrasah ingin menentukan pelatihan guru untuk tahun berikutnya. Dasar pemilihan terbaik adalah …
A. Pelatihan yang paling populer di kalangan guru.
B. Pelatihan yang menawarkan sertifikat paling banyak.
C. Pelatihan yang paling mudah diselenggarakan.
D. Analisis kebutuhan berdasarkan data pembelajaran, hasil supervisi, prioritas madrasah, dan kesenjangan kompetensi.
E. Pelatihan yang sama bagi semua guru tanpa pemetaan.
64. Seorang guru menerapkan strategi baru dan nilai rata-rata kelas meningkat. Namun, jumlah murid yang belum menguasai kompetensi dasar tetap tinggi. Evaluasi yang tepat adalah …
A. Menyatakan strategi sepenuhnya berhasil karena rata-rata meningkat.
B. Menghentikan strategi karena masih ada murid yang tertinggal.
C. Mengganti instrumen penilaian agar capaian terlihat lebih jelas.
D. Menambah penghargaan untuk murid dengan nilai tinggi.
E. Menganalisis distribusi hasil, kelompok yang belum menguasai kompetensi, dan kebutuhan intervensi tambahan.
65. Tujuan utama supervisi akademik yang berkelanjutan adalah …
A. Memastikan guru selalu mengikuti format administrasi yang sama.
B. Menentukan guru terbaik dan terburuk setiap semester.
C. Memperbaiki kualitas praktik pembelajaran secara terus-menerus agar kebutuhan dan hasil belajar murid meningkat.
D. Mengurangi variasi metode mengajar antarguru.
E. Memastikan seluruh keputusan pembelajaran dibuat oleh kepala madrasah.
### Bagian IV — Pengembangan madrasah, mutu, dan transformasi digital
66. Hasil evaluasi diri madrasah menunjukkan kelemahan literasi, tetapi sebagian besar program pengembangan justru berfokus pada pembangunan fisik. Keputusan terbaik adalah …
A. Menghentikan seluruh pembangunan fisik tanpa melihat urgensinya.
B. Menyusun ulang prioritas berdasarkan kesenjangan mutu, keselamatan, dampak terhadap murid, dan kemampuan pembiayaan.
C. Mempertahankan seluruh program karena telah disepakati dalam rapat awal tahun.
D. Menambah program literasi tanpa mengubah alokasi program lainnya.
E. Menyerahkan pemilihan prioritas kepada guru bahasa Indonesia saja.
67. Madrasah ingin membangun budaya mutu, tetapi guru menganggap evaluasi hanya sebagai persiapan menghadapi penilaian eksternal. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Meningkatkan frekuensi pemeriksaan dokumen menjelang penilaian.
B. Menetapkan target akreditasi sebagai satu-satunya indikator mutu.
C. Membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas semua evaluasi.
D. Mengintegrasikan evaluasi, refleksi, penggunaan data, dan tindak lanjut ke dalam rutinitas pengelolaan serta pembelajaran.
E. Mengurangi keterlibatan guru agar proses evaluasi lebih objektif.
68. Angka penerimaan murid baru menurun selama dua tahun. Tim menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah promosi yang kurang menarik. Langkah pertama yang paling tepat adalah …
A. Menganalisis data pendaftar, alasan pilihan orang tua, tren demografi, reputasi, layanan, dan persaingan sebelum menetapkan strategi promosi.
B. Menggandakan anggaran promosi digital.
C. Memberikan potongan biaya kepada seluruh calon murid.
D. Menambah kegiatan seremonial untuk meningkatkan popularitas.
E. Mengganti slogan madrasah agar terlihat lebih modern.
69. Madrasah ingin menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu guru menyusun materi. Prinsip penerapan yang paling tepat adalah …
A. Mengizinkan seluruh materi AI digunakan tanpa pemeriksaan karena prosesnya otomatis.
B. Melarang seluruh penggunaan AI karena berpotensi menghasilkan kesalahan.
C. Mengutamakan kecepatan pembuatan materi daripada validitas isinya.
D. Menggunakan AI hanya untuk administrasi, bukan pembelajaran.
E. Menetapkan tujuan penggunaan, verifikasi isi, perlindungan data, transparansi, dan tanggung jawab profesional guru.
70. Hasil survei menunjukkan murid merasa aman di madrasah, tetapi catatan perundungan meningkat. Interpretasi yang tepat adalah …
A. Survei membuktikan bahwa perundungan tidak menjadi masalah.
B. Catatan kasus meningkat karena sistem pelaporan pasti memburuk.
C. Kedua data perlu diperiksa bersama, termasuk akses pelaporan, jenis kasus, pola kejadian, dan persepsi kelompok murid yang berbeda.
D. Survei harus dihentikan karena hasilnya bertentangan dengan catatan kasus.
E. Program pencegahan perlu dihentikan sampai data menjadi konsisten.
71. Madrasah merancang program unggulan baru, tetapi belum memiliki guru kompeten dan fasilitas memadai. Tindakan terbaik adalah …
A. Meluncurkan program untuk membangun antusiasme masyarakat terlebih dahulu.
B. Menguji kelayakan, kebutuhan sumber daya, kemitraan, tahapan pengembangan, dan risiko sebelum menetapkan peluncuran.
C. Meniru program madrasah lain secara lengkap.
D. Mengumumkan target penerimaan murid sebelum menghitung kapasitas.
E. Menggunakan guru yang tersedia tanpa pelatihan tambahan.
72. Kepala madrasah ingin membuktikan bahwa program penguatan karakter berdampak pada perilaku murid. Bukti yang paling kuat adalah …
A. Banyaknya kegiatan pembiasaan yang terlaksana.
B. Jumlah foto kegiatan yang dipublikasikan.
C. Tingginya kehadiran murid dalam acara seremonial.
D. Perubahan perilaku yang diukur dengan indikator jelas, menggunakan beberapa sumber data dan pembandingan dari waktu ke waktu.
E. Pendapat panitia bahwa program berlangsung sukses.
73. Madrasah menerima hibah perangkat digital. Setelah satu semester, perangkat jarang digunakan. Langkah paling tepat adalah …
A. Menganalisis hambatan penggunaan, kebutuhan pelatihan, kesesuaian perangkat, konektivitas, dan integrasinya ke dalam pembelajaran.
B. Menyimpulkan bahwa guru menolak perubahan teknologi.
C. Membeli perangkat tambahan untuk meningkatkan motivasi.
D. Menyimpan perangkat agar tidak cepat rusak.
E. Mewajibkan penggunaan perangkat pada setiap mata pelajaran.
74. Dalam pengembangan madrasah inklusif, kepala madrasah harus memilih tindakan pertama setelah menemukan hambatan akses bagi murid berkebutuhan khusus. Tindakan terbaik adalah …
A. Meminta keluarga menyesuaikan kebutuhan anak dengan fasilitas yang tersedia.
B. Memindahkan murid ke lembaga lain yang dianggap lebih siap.
C. Menunda penerimaan murid sampai fasilitas lengkap.
D. Memberikan perlakuan identik kepada seluruh murid tanpa pengecualian.
E. Memetakan kebutuhan dan hambatan, melibatkan keluarga serta tenaga relevan, kemudian merancang penyesuaian yang layak dan sesuai ketentuan.
75. Madrasah berhasil menaikkan prestasi olimpiade, tetapi partisipasi murid dalam kegiatan akademik tambahan terkonsentrasi pada kelompok kecil. Langkah pengembangan terbaik adalah …
A. Memusatkan sumber daya kepada kelompok yang paling berprestasi.
B. Mengurangi kegiatan olimpiade agar seluruh murid memperoleh kesempatan.
C. Mempertahankan pembinaan prestasi sekaligus memperluas identifikasi bakat dan akses kesempatan bagi murid lain.
D. Menetapkan kuota peserta tanpa mempertimbangkan minat.
E. Mengganti semua pembinaan dengan kegiatan massal.
76. Program kemitraan dengan perguruan tinggi sudah berjalan, tetapi manfaatnya belum jelas. Evaluasi paling tepat adalah …
A. Menghitung jumlah kunjungan perguruan tinggi ke madrasah.
B. Menilai kesesuaian kegiatan dengan tujuan, kualitas implementasi, manfaat bagi murid dan guru, serta tindak lanjut kemitraan.
C. Memperpanjang kerja sama karena mitra memiliki reputasi tinggi.
D. Menambah jumlah mitra agar pilihan kegiatan lebih banyak.
E. Mengukur keberhasilan berdasarkan banyaknya dokumen kerja sama.
77. Dalam penyusunan rencana jangka menengah, tim menggunakan data tiga tahun lalu tanpa memeriksa perubahan kondisi. Risiko utama adalah …
A. Perencanaan menjadi terlalu fleksibel.
B. Indikator terlalu mudah dihitung.
C. Program tidak dapat dievaluasi karena memiliki data historis.
D. Asumsi perencanaan tidak lagi mencerminkan kondisi aktual sehingga prioritas dan target dapat keliru.
E. Seluruh program lama otomatis menjadi tidak relevan.
78. Madrasah ingin menilai keberhasilan transformasi digital. Indikator paling bermakna adalah …
A. Jumlah aplikasi yang dimiliki madrasah.
B. Jumlah perangkat yang dibeli setiap tahun.
C. Frekuensi guru mengikuti seminar teknologi.
D. Banyaknya unggahan media sosial tentang inovasi.
E. Perubahan efisiensi kerja, kualitas pembelajaran, akses layanan, kompetensi pengguna, dan perlindungan data.
79. Orang tua mengeluhkan komunikasi madrasah yang lambat dan berbeda-beda antarunit. Solusi sistemik terbaik adalah …
A. Menetapkan kanal resmi, standar waktu respons, alur eskalasi, penanggung jawab, dan pemantauan penyelesaian aduan.
B. Menambah jumlah grup pesan instan untuk setiap kelas.
C. Meminta semua guru membalas pesan orang tua secepat mungkin tanpa standar.
D. Membatasi komunikasi orang tua hanya melalui kepala madrasah.
E. Menyerahkan seluruh komunikasi kepada wali kelas tanpa dukungan unit lain.
80. Kepala madrasah menemukan bahwa peningkatan nilai ujian terjadi bersamaan dengan penurunan kualitas tugas proyek. Keputusan paling tepat adalah …
A. Memilih nilai ujian sebagai indikator utama karena mudah dibandingkan.
B. Menghapus tugas proyek agar nilai ujian meningkat.
C. Menelaah validitas asesmen, keseimbangan kompetensi yang diukur, dan kemungkinan pergeseran fokus pembelajaran.
D. Menganggap peningkatan nilai sebagai bukti bahwa semua kompetensi meningkat.
E. Menambah bobot nilai proyek tanpa mengevaluasi kualitasnya.
81. Program pengembangan madrasah mencapai target jangka pendek, tetapi bergantung pada satu guru yang akan pindah tugas. Tindakan terbaik adalah …
A. Membatalkan program karena ketergantungan tersebut.
B. Mendokumentasikan praktik, membangun tim penerus, mentransfer kompetensi, dan mengintegrasikan program ke sistem kerja madrasah.
C. Meminta guru tersebut tetap bertugas tanpa batas waktu.
D. Menyerahkan seluruh program kepada guru pengganti saat ia mulai bekerja.
E. Menjaga program tetap informal agar mudah diubah.
82. Madrasah ingin memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar. Pendekatan yang paling berkelanjutan adalah …
A. Menyelenggarakan acara besar setiap tahun.
B. Meminta masyarakat mendukung semua program madrasah.
C. Membuka komunikasi hanya ketika madrasah memerlukan bantuan.
D. Mengidentifikasi kebutuhan bersama, menyusun tujuan dan peran, menjalankan program kolaboratif, serta mengevaluasi manfaatnya.
E. Mengukur kemitraan berdasarkan jumlah tokoh yang hadir.
83. Dalam evaluasi mutu, sebuah indikator menunjukkan hasil buruk, tetapi guru menilai indikator itu tidak sesuai dengan tujuan program. Tindakan terbaik adalah …
A. Mengganti indikator agar hasil evaluasi lebih baik.
B. Mengabaikan indikator karena pelaksana tidak menyetujuinya.
C. Mempertahankan indikator tanpa membahas relevansinya.
D. Menghapus seluruh indikator yang menimbulkan perdebatan.
E. Menguji validitas indikator terhadap tujuan, definisi operasional, kualitas data, dan konteks sebelum memutuskan revisi.
84. Kepala madrasah ingin mengurangi kesenjangan prestasi antarkelompok murid. Langkah paling tepat adalah …
A. Mengidentifikasi kesenjangan berdasarkan data, menelusuri faktor penyebab, merancang dukungan terarah, dan memantau perkembangan tiap kelompok.
B. Menambah program remedial yang sama bagi seluruh murid.
C. Memusatkan perhatian pada murid dengan nilai tertinggi.
D. Mengubah kriteria kelulusan agar kesenjangan mengecil.
E. Mengumumkan peringkat kelompok untuk meningkatkan persaingan.
85. Madrasah menerima banyak usulan inovasi, tetapi kapasitas pelaksana terbatas. Strategi terbaik adalah …
A. Menjalankan semua usulan dengan membagi tugas secara merata.
B. Memilih inovasi yang paling populer di media sosial.
C. Menilai dampak, kelayakan, keselarasan strategis, biaya, dan kapasitas; kemudian menguji inovasi prioritas dalam skala terbatas.
D. Menunda semua inovasi sampai sumber daya bertambah.
E. Menetapkan inovasi berdasarkan urutan pengajuan.
### Bagian V — Kewirausahaan dan inovasi kepemimpinan
86. Kepala madrasah ingin mengembangkan unit usaha untuk mendukung kegiatan pendidikan. Langkah pertama yang paling tepat adalah …
A. Membeli peralatan produksi sebelum pesaing bertambah.
B. Menentukan jenis usaha berdasarkan tren yang sedang populer.
C. Mengajak seluruh guru menjadi pengelola usaha.
D. Mengidentifikasi kebutuhan pasar, kompetensi, modal, risiko, kelayakan operasional, dan aturan penggunaan sumber daya madrasah.
E. Menetapkan target keuntungan sebelum menghitung biaya.
87. Unit usaha madrasah memperoleh pendapatan meningkat, tetapi arus kas sering negatif. Penyebab yang paling mungkin perlu diperiksa adalah …
A. Jumlah pelanggan terlalu banyak.
B. Margin, waktu penerimaan dan pembayaran, persediaan, piutang, serta pengeluaran operasional belum dikelola secara seimbang.
C. Pendapatan meningkat berarti usaha seharusnya selalu memiliki kas positif.
D. Harga jual terlalu rendah dalam semua kondisi.
E. Usaha perlu memperbesar pinjaman agar operasional lancar.
88. Sebuah inovasi layanan madrasah disukai pengguna, tetapi biaya operasionalnya terus meningkat dan tidak dapat ditanggung dalam jangka panjang. Keputusan terbaik adalah …
A. Mempertahankan layanan apa adanya karena pengguna menyukainya.
B. Menghentikan layanan tanpa mengukur manfaatnya.
C. Menambah pungutan kepada pengguna tanpa kajian.
D. Mencari sponsor tanpa memperbaiki struktur biaya.
E. Menilai manfaat, mengidentifikasi sumber biaya utama, menguji model yang lebih efisien, dan menjaga akses serta mutu layanan.
89. Seorang mitra menawarkan modal usaha dengan syarat memperoleh kendali penuh atas data murid. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Menolak atau merundingkan ulang syarat tersebut karena data pribadi harus dilindungi dan pemrosesannya memiliki dasar yang sah.
B. Menerima tawaran karena tambahan modal dapat mempercepat pengembangan.
C. Memberikan data yang tidak memuat nilai akademik saja.
D. Meminta persetujuan lisan dari wali murid.
E. Menyerahkan keputusan kepada pengelola usaha tanpa penilaian risiko.
90. Madrasah ingin menguji produk kewirausahaan karya murid. Strategi paling tepat adalah …
A. Memproduksi dalam jumlah besar agar biaya per unit turun.
B. Memasarkan produk sebagai produk unggulan sebelum diuji.
C. Membuat prototipe, menguji kebutuhan pengguna, mengevaluasi biaya dan kualitas, serta memperhatikan keselamatan dan pembelajaran murid.
D. Memilih produk yang paling mudah dipasarkan tanpa mempertimbangkan kompetensi.
E. Mengutamakan keuntungan dan mengurangi dokumentasi proses pembelajaran.
91. Unit usaha mencatat keuntungan, tetapi belum memiliki pemisahan catatan dari keuangan operasional pendidikan. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menggabungkan semua transaksi agar administrasi lebih sederhana.
B. Memisahkan pencatatan, kewenangan, bukti transaksi, dan pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.
C. Menyerahkan semua uang kepada kepala madrasah untuk dikelola.
D. Menggunakan keuntungan usaha langsung untuk belanja apa pun.
E. Menghentikan usaha sampai seluruh pegawai memahami akuntansi.
92. Inovasi digital madrasah diluncurkan dengan baik, tetapi tingkat penggunaan rendah. Tim mengusulkan kampanye promosi tambahan. Langkah yang lebih tepat adalah …
A. Menambah iklan sebelum mengevaluasi produk.
B. Mewajibkan seluruh pengguna memakai sistem tanpa pengecualian.
C. Mengganti nama aplikasi agar lebih menarik.
D. Menganalisis kebutuhan pengguna, kemudahan penggunaan, hambatan akses, manfaat nyata, dan kualitas dukungan sebelum memilih intervensi.
E. Menganggap pengguna menolak perubahan dan menghentikan evaluasi.
93. Kepala madrasah ingin membangun jiwa kewirausahaan guru tanpa mengubah seluruh guru menjadi pedagang. Pendekatan terbaik adalah …
A. Mewajibkan setiap guru memiliki produk komersial.
B. Mengukur keberhasilan guru dari pendapatan tambahan.
C. Menugaskan guru mengumpulkan modal dari orang tua.
D. Memusatkan pelatihan pada pemasaran produk saja.
E. Mengembangkan kreativitas, pemecahan masalah, pengelolaan proyek, keberanian menguji gagasan, dan penciptaan nilai pendidikan.
94. Sebuah program kemitraan menawarkan keuntungan besar, tetapi kontraknya tidak menjelaskan pembagian risiko dan tanggung jawab. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menunda persetujuan sampai ruang lingkup, hak, kewajiban, risiko, indikator, dan mekanisme penyelesaian sengketa diperjelas.
B. Menandatangani kontrak karena peluang keuntungan jarang datang.
C. Menyetujui kontrak dengan janji lisan sebagai pelengkap.
D. Meminta mitra bertanggung jawab atas seluruh risiko tanpa negosiasi.
E. Menjalankan program terlebih dahulu untuk menguji hubungan kerja.
95. Unit usaha mengalami kerugian selama tiga bulan, tetapi survei menunjukkan kebutuhan pelanggan meningkat. Kepala madrasah sebaiknya …
A. Menutup usaha karena kerugian tiga bulan membuktikan model gagal.
B. Menambah modal secara langsung untuk mengejar permintaan.
C. Menganalisis biaya, harga, kapasitas, kualitas, dan pola permintaan, kemudian menguji perbaikan sebelum mengambil keputusan lanjutan.
D. Menaikkan harga tanpa mengukur sensitivitas pelanggan.
E. Mengurangi kualitas produk agar margin meningkat.
96. Kepala madrasah ingin memilih inovasi berdasarkan potensi dampak dan risiko. Metode paling tepat adalah …
A. Memilih inovasi dengan perkiraan pendapatan tertinggi.
B. Menilai manfaat, kemungkinan keberhasilan, biaya, risiko, keselarasan misi, serta kapasitas pelaksanaan menggunakan kriteria yang konsisten.
C. Mengutamakan inovasi yang diusulkan pejabat paling senior.
D. Memilih inovasi yang tidak membutuhkan perubahan organisasi.
E. Membandingkan inovasi berdasarkan popularitas di media sosial.
97. Sebuah usaha pendidikan memperoleh banyak pelanggan karena promosi, tetapi keluhan kualitas meningkat. Prioritas kepala madrasah adalah …
A. Menambah promosi agar jumlah pelanggan terus meningkat.
B. Menawarkan diskon sebagai kompensasi utama.
C. Mengurangi saluran keluhan agar reputasi tidak terganggu.
D. Memeriksa akar masalah mutu, memperbaiki proses layanan, menindaklanjuti pelanggan terdampak, dan memantau indikator kualitas.
E. Menyerahkan keluhan sepenuhnya kepada petugas pemasaran.
98. Dalam membangun budaya inovasi, kepala madrasah ingin mencegah kegagalan sekaligus tidak mematikan kreativitas. Pendekatan terbaik adalah …
A. Mengizinkan semua eksperimen tanpa batas biaya.
B. Menghindari seluruh eksperimen yang berpotensi gagal.
C. Menghukum setiap inovasi yang tidak mencapai target awal.
D. Menjalankan inovasi secara penuh agar hasilnya cepat terlihat.
E. Membuat ruang uji coba terbatas dengan hipotesis, batas risiko, indikator, evaluasi, dan keputusan lanjut atau hentikan.
99. Seorang guru menemukan peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan, tetapi usaha itu berpotensi mengganggu waktu pembelajaran. Keputusan paling tepat adalah …
A. Menguji keselarasan usaha dengan misi pendidikan, konflik kepentingan, beban kerja, aturan, dan perlindungan kepentingan murid sebelum menyetujuinya.
B. Menyetujui usaha karena dapat menambah pendapatan guru.
C. Melarang semua kegiatan usaha yang melibatkan guru.
D. Memindahkan kegiatan pembelajaran ke luar jam sekolah tanpa kajian.
E. Mengutamakan peluang pendapatan karena usaha mendukung kemandirian.
100. Kepala madrasah mengembangkan program kewirausahaan selama satu tahun. Pendapatan meningkat, tetapi keterampilan murid, keberlanjutan usaha, dan manfaat pendidikan belum diukur. Evaluasi terbaik adalah …
A. Menyatakan program berhasil karena pendapatan meningkat.
B. Mempertahankan program tanpa perubahan karena telah berjalan satu tahun.
C. Mengukur hasil finansial, keterampilan murid, kualitas proses, risiko, manfaat pendidikan, dan keberlanjutan sebelum menentukan pengembangan berikutnya.
D. Mengutamakan jumlah produk yang terjual sebagai indikator utama.
E. Menghentikan program dan menggantinya dengan program yang lebih menguntungkan.
### Kunci jawaban 1–100
Gunakan kunci ini setelah menyelesaikan seluruh soal tanpa melihat jawaban.
### Kunci jawaban
100 soal · 10 kelompok
Sembunyikan
1–10
1. C
2. B
3. E
4. A
5. D
6. B
7. C
8. E
9. A
10. D
11–20
11. B
12. C
13. E
14. A
15. D
16. B
17. C
18. E
19. A
20. D
21–30
21. B
22. C
23. E
24. A
25. D
26. C
27. B
28. E
29. A
30. D
31–40
31. C
32. B
33. E
34. A
35. D
36. C
37. B
38. E
39. D
40. A
41–50
41. C
42. B
43. D
44. E
45. C
46. A
47. B
48. D
49. E
50. C
51–60
51. A
52. B
53. D
54. D
55. C
56. A
57. B
58. D
59. E
60. C
61–70
61. A
62. B
63. D
64. E
65. C
66. B
67. D
68. A
69. E
70. C
71–80
71. B
72. D
73. A
74. E
75. C
76. B
77. D
78. E
79. A
80. C
81–90
81. B
82. D
83. E
84. A
85. C
86. D
87. B
88. E
89. A
90. C
91–100
91. B
92. D
93. E
94. A
95. C
96. B
97. D
98. E
99. A
100. C
Cara menilai hasil latihan
Setiap jawaban benar bernilai 1, sedangkan jawaban salah atau kosong bernilai 0. Skor maksimal adalah 100.
| Skor | Interpretasi latihan |
| ———– | ————————————————— |
| 90–100 | Penguasaan materi sangat kuat |
| 80–89 | Penguasaan baik, perlu mempertajam analisis |
| 70–79 | Cukup, tetapi beberapa kompetensi perlu diperkuat |
| 60–69 | Perlu latihan tambahan berbasis kasus |
| Di bawah 60 | Perlu mengulang konsep dan berlatih secara bertahap |
Kategori tersebut hanya tolok ukur latihan, bukan batas kelulusan resmi UKOM.
Strategi menghadapi soal pengecoh UKOM: Jangan otomatis memilih jawaban yang terdengar paling tegas atau paling cepat. Dahulukan tindakan yang berbasis data, sesuai aturan, melibatkan pihak yang tepat, melindungi kepentingan murid, dan mempunyai mekanisme evaluasi.
Untuk bagian keuangan, pastikan Anda memahami bahwa penyerapan anggaran tidak sama dengan keberhasilan program. Untuk supervisi, fokuslah pada perbaikan pembelajaran, bukan sekadar kelengkapan administrasi. Untuk manajerial dan kewirausahaan, utamakan keputusan yang terukur, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Soal-soal ini merupakan simulasi buatan untuk latihan mandiri. Untuk persiapan yang lebih akurat, cocokkan pula materi dengan kisi-kisi dan ketentuan resmi UKOM VST Kepala Madrasah yang berlaku.
Related posts:

Dua Pegawai MTsN 2 Kebumen Resmi Dilantik Sebagai PPPK di Jawa Tengah: Bukti Dedikasi dan Pengabdian...

Empat Mahasiswa UMNU Lolos Seleksi Opening Dance Ceremony Kebumen Fest 2025

Bahasa Asing Jadi Budaya Sekolah, SMK Ma’arif 3 Kebumen Terapkan English Day untuk Kelas X

