Indonesia Raya Menggema di Go-Tren Tahap III, Kemenag Kebumen Perkuat Nasionalisme, Karakter, dan Pesantren Ramah Anak

Kebumen News – 7 Agustus 2026

Semangat nasionalisme menggema di lingkungan Pondok Pesantren Darussa’adah, Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, pimpinan KH.Imam Sibaweh, Jumat (7/8/2026), saat ratusan santri bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada pembukaan Gerakan Terpadu Pembinaan dan Sambang Pesantren (Go-Tren) Tahap III. Momen khidmat tersebut menjadi penanda kuat bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng penguatan karakter dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekitar 600 santri putra dan putri mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi senam santri, ro’an atau kerja bakti bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan lintas sektor, hingga edukasi tentang Pesantren Ramah Anak. Seluruh kegiatan dikemas sebagai bentuk pembinaan terpadu melalui kolaborasi berbagai instansi.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fahrudin. Turut hadir Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muhsinul Mubarok, mewakili Bupati Kebumen, Ketua RMI PCNU Kebumen H. Johan Amru, perwakilan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), KUA Kecamatan Petanahan, Penyuluh Agama Islam, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam arahannya, H. Anif Solikhin mengajak para santri memiliki cita-cita tinggi dan tidak pernah merasa rendah diri. Menurutnya, status sebagai santri justru menjadi kekuatan untuk meraih berbagai profesi dengan tetap menjunjung tinggi akhlak dan nilai-nilai Islam.

“Santri harus memiliki cita-cita setinggi mungkin. Indonesia pernah dipimpin oleh seorang santri, yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Santri bisa menjadi kiai, pejabat, akademisi, pengusaha, maupun politisi. Apa pun profesinya, jiwa santri harus tetap menjadi benteng moral dalam kehidupan,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Kebumen juga menyerahkan Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Umat senilai Rp5 juta kepada Pondok Pesantren Al-Kamal. Bantuan diterima secara simbolis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah, KH. Imam Sibaweh, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kemandirian ekonomi pesantren.

Mewakili Bupati Kebumen, Muhsinul Mubarok mengapresiasi pelaksanaan Go-Tren yang dinilai mampu menghadirkan pembinaan pesantren secara menyeluruh. Menurutnya, sinergi lintas sektor memberikan manfaat nyata, mulai dari peningkatan kesehatan, kebersihan lingkungan, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Melalui Go-Tren, para santri diajak membangun sikap saling menghormati, peduli, dan berempati. Kami berharap kegiatan ini menjadikan pesantren semakin sehat, bersih, aman, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fahrudin, menegaskan bahwa selain mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulum utama, pesantren juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter kebangsaan. Menurutnya, nilai-nilai nasionalisme harus terus ditanamkan melalui penghayatan terhadap Pancasila, UUD 1945, semangat persatuan, dan kecintaan kepada tanah air.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pembiasaan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinilai menjadi langkah sederhana namun sarat makna dalam membangun rasa cinta tanah air di kalangan santri.

Fahrudin menambahkan, Go-Tren bukan sekadar pembinaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan yang dibutuhkan warga pesantren. Pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, penyuluhan lintas sektor, hingga kampanye hidup bersih menjadi bagian dari upaya mewujudkan pesantren yang sehat, ramah anak, dan mandiri secara ekonomi.

Penguatan program Pesantren Ramah Anak juga menjadi fokus utama kegiatan. Melalui program ini, setiap pesantren didorong menciptakan lingkungan belajar yang aman, bebas dari kekerasan dan perundungan, menghormati hak-hak santri, serta menerapkan pola pengasuhan yang penuh kasih sayang.

“Pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi santri untuk belajar, beribadah, sekaligus mengembangkan potensi diri melalui pengasuhan yang penuh kasih sayang,” tegasnya.

Melalui Go-Tren Tahap III, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen berharap pesantren semakin kokoh sebagai pusat pendidikan Islam yang tidak hanya melahirkan generasi berakhlak mulia, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, hidup sehat, mandiri secara ekonomi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah serta bangsa Indonesia. (Kn.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *