Kebumen News – Kepergian Drs. H. Fathan Subchi, M.A.P., CIISA., ChFA., meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII). Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya, PC IKA PMII Kebumen menggelar salat gaib, malam tahlil, dan doa bersama, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pengurus dan keluarga besar IKA PMII Kebumen. Mereka berkumpul untuk mendoakan almarhum sekaligus mengenang jejak pengabdian tokoh pergerakan tersebut.
Diawali Salat Gaib
Sebelum rangkaian tahlil dimulai, seluruh peserta melaksanakan salat gaib untuk almarhum. Salat gaib dipimpin langsung oleh Ketua IKA PMII Kebumen, Dr. H. Makruf Widodo, S.Ag., M.Pd.I.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. H. Hadi Winarko, M.Pd., bertindak sebagai imam tahlil yang memimpin jamaah dalam suasana penuh kekhusyukan.
Makruf Widodo: Perjuangan Beliau Harus Kita Teruskan
Ketua IKA PMII Kebumen, Dr. H. Makruf Widodo, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kepergian Fathan Subchi merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar PMII dan IKA PMII.
Ia berharap seluruh kader dan alumni mampu meneruskan perjuangan almarhum yang belum selesai.
“Kita berharap dapat meneruskan perjuangan beliau yang belum selesai. Semangat pengabdian dan perjuangan yang telah diwariskan harus tetap kita jaga dan lanjutkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kebersamaan dalam salat gaib, tahlil, dan doa bersama bukan sekadar ungkapan belasungkawa. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan komitmen pengabdian organisasi.
Mengenang Jejak Perjuangan Sang Sahabat
Fathan Subchi merupakan Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII periode 2025–2030. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai tokoh pergerakan yang memiliki kiprah di tingkat nasional.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Moskow, Rusia, pada Minggu (25/10/2026), saat menjalankan agenda kedinasan sebagai Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Bagi keluarga besar IKA PMII, almarhum bukan sekadar seorang pemimpin organisasi. Ia merupakan sahabat sekaligus sosok yang meninggalkan warisan perjuangan bagi generasi penerus.
Menjaga Warisan, Melanjutkan Perjuangan
Malam tahlil dan doa bersama menjadi pengingat bahwa perjuangan organisasi tidak boleh berhenti karena kepergian seorang tokoh.
Justru, kehilangan ini harus menjadi energi untuk memperkuat barisan, merawat persaudaraan, dan melanjutkan cita-cita perjuangan yang telah dirintis.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh peserta berharap Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Selamat jalan, Sahabat Fathan Subchi. Perjuanganmu belum selesai. Kami akan melanjutkan jejak pengabdianmu. (Kn.01)
Related posts:

Said Aalim, Pemain Keturunan Kebumen Perkuat Timnas Jerman U-15

Nuzulul Qur’an Jadi Panggung Kepedulian: Siswa MTs dan MA Sultan Agung Srati Santuni Anak Yatim di M...

Bahasa Asing Jadi Budaya Sekolah, SMK Ma’arif 3 Kebumen Terapkan English Day untuk Kelas X

