Usai Dilantik, Ketua PGRI Agus Sunaryo Langsung Tampil di Mimbar Seminar Pendidikan

Kebumen News – 18 November 2025.
Belum genap sehari menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), H. Agus Sunaryo, S.Pd., M.Pd. menunjukkan langkah cepat. Setelah pelantikan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Ketua PGRI Kabupaten Kebumen itu langsung bergeser ke gedung pertemuan PGRI untuk menjadi narasumber utama dalam Seminar Pendidikan bertema “Penguatan Pendidikan Karakter Siswa dan Perlindungan Hukum Guru”.

Di aula besar bercat oranye–putih yang penuh oleh guru berseragam khas PGRI, Agus Sunaryo tampak berdiri di panggung, memberikan paparan di hadapan ratusan peserta. Atmosfernya hangat, sekaligus penuh antusias. Para guru yang memenuhi kursi plastik hijau tampak menyimak serius, sementara panitia menyiapkan perlengkapan lengkap—dari layar proyektor hingga dokumentasi resmi.

Sebagai Ketua PGRI sekaligus pejabat baru Disdikpora, kehadiran Agus Sunaryo langsung di seminar hari itu menjadi sinyal kuat: dunia pendidikan Kebumen tidak menunggu esok untuk bergerak. Ia menegaskan bahwa penguatan karakter siswa harus sejalan dengan perlindungan hukum bagi guru, terutama di tengah meningkatnya kasus pelanggaran etika dan tekanan publik terhadap profesi pendidik.

Guru yang kuat perlindungan hukumnya akan lebih percaya diri mendidik karakter. Kualitas pendidikan tidak akan lahir dari guru yang bekerja dalam rasa takut,” demikian inti pesan yang ia tekankan dalam sesi pemaparan.


Sementara itu, dinamika rotasi pejabat Pemkab Kebumen tetap menjadi sorotan. Pelantikan hari ini menempatkan dua perempuan dalam posisi strategis: Yunita Prasetyani, S.E., M.A., M.Ec.Dev. sebagai Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Hj. Wahyu Siswanti, S.E., M.Si. sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Keduanya memegang sektor yang berhubungan langsung dengan kerentanan sosial dan arus informasi publik.

Di level administrator, 13 pejabat eselon III turut mengisi jabatan kecamatan dan dinas teknis. Dari camat di Kuwarasan, Rowokele, Buluspesantren hingga Gombong, hingga kepala bidang di sektor UMKM, pangan, keuangan, dan aset daerah. Pergantian ini memberi warna baru bagi ritme birokrasi Kebumen yang dituntut lebih responsif dan modern.


Dengan langkah cepat Agus Sunaryo langsung turun ke forum guru, publik pendidikan Kebumen melihat satu indikasi: jabatan bukan sekadar posisi administratif, tetapi arena kerja nyata. Seminar hari itu bukan hanya program rutin PGRI, tetapi momentum awal seorang kepala dinas yang ingin bergerak cepat membangun kultur pendidikan yang lebih kuat, terlindungi, dan bermartabat.

Warga kini menunggu, apakah langkah cepat hari pertama ini akan menjadi pola kerja yang konsisten.

(Kn.01)