Kebumen News – 10 November 2025
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi membuka kembali akses Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2025. Langkah ini diambil karena tingkat partisipasi kepala satuan pendidikan dan guru dalam pengisian Sulingjar dinilai masih belum optimal hingga batas waktu sebelumnya berakhir.
Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani Kepala Badan, Toni Toharudin, disebutkan bahwa pengisian Sulingjar kembali dibuka mulai 12 hingga 17 November 2025. Kesempatan tambahan ini diberikan bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/RA, MI/PKPPS Ula, MTs/PKPPS Wustha, hingga MA/MAK/PKPPS Ulya dan sederajat.
BSKAP menegaskan, kelengkapan data Survei Lingkungan Belajar menjadi komponen penting dalam pelaporan hasil Asesmen Nasional (AN) atau Rapor Pendidikan. Data tersebut tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga menjadi dasar analisis kualitas input dan proses pembelajaran di sekolah.
Dalam pemberitahuan resmi itu, Kemendikbudristek meminta dukungan penuh dari setiap satuan pendidikan. Tiga langkah utama ditekankan:
- Kepala sekolah dan pendidik segera mengisi Sulingjar melalui laman resmi https://surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id.
- Operator sekolah mengonfirmasi data bagi kepala sekolah dan guru yang sudah tidak aktif melalui laman https://dashboardslb.kemdikbud.go.id.
- Operator atau proktor mencetak kartu login dan memantau keterisian instrumen Sulingjar, dengan panduan akses melalui akun SDM di https://sdm.data.kemdikbud.go.id.
BSKAP berharap kesempatan tambahan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh satuan pendidikan. “Tingkat partisipasi dan kelengkapan data Sulingjar sangat penting untuk hasil analisis dan pelaporan Asesmen Nasional dalam memberikan informasi komprehensif mengenai input dan proses pembelajaran,” tulis Toni Toharudin dalam surat resmi tersebut.
Dengan dibukanya kembali akses pengisian Sulingjar, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap satuan pendidikan berkontribusi penuh dalam menghadirkan data yang valid dan representatif. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Asesmen Nasional yang lebih akurat, transparan, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.
(Kn.01)
