Porseni GTK Kebumen Wetan Kali Juara Umum, Tuan Rumah Sebut Ajang Ini Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

Kebumen News – 6 Desember 2025
Porseni GTK MTsN Eks Kares Kedu 2025 di MTsN 1 Wonosobo menghadirkan cerita yang tak hanya berhenti pada perebutan medali. Ajang ini mencatat sejarah tersendiri ketika tuan rumah menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang digagas khusus untuk GTK madrasah negeri dalam satu klaster eks karesidenan.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Kankemenag Wonosobo, Titur Panut, menyampaikan bahwa pelaksanaan Porseni GTK ini tidak hanya unik, tetapi juga menunjukkan gotong-royong luar biasa. “Ini kegiatan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Biayanya dari samirunsami urun, patungan bersama. Ini bahkan layak masuk Rekor MURI Indonesia,” tuturnya di hadapan peserta, official, dan tamu undangan.

Semangat kolektif itu dapat dirasakan sejak awal acara. Tidak ada sponsor besar, tidak ada pembiayaan rumit, hanya kekuatan inisiatif dan kesediaan setiap madrasah untuk menyumbang. Dari spirit itu, panggung kompetisi terbangun rapi dan meriah.

Di antara dinamika tersebut, Kebumen Wetan Kali menunjukkan kelasnya. Dikomandoi Muhdir, M.Pd.I, kontingen ini menyapu bersih berbagai cabang dengan perolehan total 11 medali (5 emas, 3 perak, 3 perunggu), meneguhkan diri sebagai Juara Umum. Empat madrasah—MTsN 1, 2, 3, dan 7—bersatu dalam performa tanpa cela, membuat klasemen dipimpin tanpa perdebatan.

Sementara itu, tepuk tangan dan sorak-sorai peserta dari berbagai kabupaten/kota mengiringi jalannya kompetisi. Wonosobo yang menjadi tuan rumah tampil hangat, sementara arena dipenuhi semangat persahabatan dan sportivitas.

Pernyataan Titur Panut mengenai potensi Rekor MURI bukan hanya hiperbolik. Porseni GTK lintas madrasah negeri satu karesidenan, dengan pembiayaan berbasis patungan mandiri, dan digerakkan oleh kekuatan gotong royong, memang menjadi gambaran wajah baru penyelenggaraan event GTK: mandiri, kreatif, dan penuh solidaritas.

Bagi Kebumen Wetan Kali, kemenangan ini bukan hanya soal medali, tetapi validasi bahwa kekuatan kerja sama, latihan terarah, dan komitmen GTK membawa mereka ke puncak. Ajang pertama di Indonesia ini melahirkan juara, sekaligus mengantar sebuah sejarah kecil menuju panggung yang lebih besar.

Porseni 2025 meninggalkan jejak yang sulit dilupakan: persaingan yang sehat, solidaritas yang kental, dan sebuah kemungkinan—bahwa suatu hari nanti, gelaran seperti ini benar-benar tercatat sebagai rekor nasional. (Kn.01)