PKKM MTsN 6 Kebumen: Evaluasi Menyeluruh untuk Memacu Kinerja dan Mutu Madrasah

Kebumen News – 17 Novembar 2025
MTsN 6 Kebumen kembali menjadi sorotan setelah melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahunan di aula madrasah. Agenda rutin dari Kementerian Agama Kabupaten Kebumen ini bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi menjadi tolok ukur penting untuk menguatkan tata kelola, inovasi, dan arah pengembangan madrasah ke depan. Dua penilai dari Kemenag Kebumen, Hj. Wuryani dan H. Mufid, hadir langsung memimpin proses penilaian.

Suasana PKKM dibuat hidup oleh penampilan para siswa. Kelas Bahasa dan Seni (KBS) menampilkan story telling, gitar akustik, dan tari tradisional Gambyong, sementara kelas Tahfidz dan MMP membuka rangkaian acara dengan murotal Al-Mulk. Penampilan ini sekaligus menunjukkan wajah kreativitas siswa MTsN 6 Kebumen yang kian berkembang.

Ketua PKKM, H. Putut Bangkit Setiawan, membuka acara dengan apresiasi terhadap seluruh tim penyusun dokumen PKKM yang telah bekerja keras menyiapkan seluruh komponen penilaian. Kepala MTsN 6 Kebumen, Nur Khamid, kemudian memaparkan profil madrasah melalui tayangan video yang menggambarkan prestasi siswa, fasilitas, hingga program strategis yang sedang dan akan dijalankan.

Tepat pukul 10.00 WIB, penilaian dimulai. Hj. Wuryani menilai komponen 1 dan 3 yang mencakup pengembangan madrasah serta kewirausahaan. Sementara itu, H. Mufid menilai komponen 2 dan 4, yakni pelaksanaan tugas manajerial serta supervisi guru dan tenaga kependidikan.

Dalam refleksinya, Hj. Wuryani menyampaikan apresiasi atas kesiapan tim PKKM MTsN 6 Kebumen. Menurutnya, penampilan siswa menjadi bukti nyata bahwa kelas Bahasa dan Seni yang baru berjalan kurang dari satu tahun telah menunjukkan hasil signifikan. Ia juga menegaskan bahwa dokumen PKKM yang lengkap ini sangat strategis sebagai bahan persiapan akreditasi madrasah tahun 2026.

Sementara itu, H. Mufid kembali mengingatkan pentingnya lima budaya kerja Kementerian Agama—integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan—sebagai fondasi peningkatan mutu madrasah. Ia menegaskan bahwa kualitas input siswa tidak boleh menjadi alasan untuk stagnasi. “Guru harus berani berlomba meningkatkan prestasi, terutama pada bidang akademik,” tegasnya.

Dengan refleksi dan catatan perbaikan dari para penilai, PKKM tahun ini diharapkan menjadi momentum MTsN 6 Kebumen untuk terus melaju lebih jauh—menguatkan tata kelola, mengembangkan program inovatif, dan menghadirkan lingkungan belajar yang unggul dan berdaya saing. (ww/Kn.01)