Kebumen News – 9 Desember 2025
Aula Kantor Kemenag Kebumen pagi itu berubah menjadi ruang penuh haru, tawa, dan refleksi. Ratusan ASN hadir dalam acara pisah sambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen—sebuah peralihan dari Dr. H. Sukarno, M.M. kepada pejabat baru, Dr. H. Anif Sholihin, S.Ag., M.S.I., yang sebelumnya bertugas di Klaten.
Hadir Wakil Bupati Kebumen H. Zaini Miftah, Kasubag TU Dr. H. Salim Wazdy, M.Pd., rombongan dari Banjarnegara yang mengantar Dr. Sukarno, serta rombongan dari Klaten yang mendampingi Dr. Anif kembali ke tanah kelahirannya.
Pesan Tegas Wakil Bupati: Tantangan Kebumen Tidak Ringan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Zaini Miftah memberikan ucapan terima kasih kepada Dr. Sukarno dan selamat datang kepada Dr. Anif. Ia lalu menyoroti sejumlah persoalan sosial yang menurutnya membutuhkan sinergi kuat antara Pemkab dan Kemenag.
Ia menyebut angka penderita HIV/AIDS di Kebumen masih tergolong tinggi, begitu pula angka perceraian, khususnya di kalangan ASN.
“Banyak kejadian setelah diangkat menjadi ASN, terus ada menggugat cerai,” ungkapnya. Pesan tersebut menjadi penegas bahwa pembinaan mental, keluarga, dan keagamaan harus menjadi prioritas bersama.
Sambutan Dr. H. Sukarno: Kebumen Memberi Banyak Pelajaran
Sebagai pejabat lama, Dr. H. Sukarno menyampaikan kesan mendalam selama bertugas di Kebumen. Dengan suara tenang, ia mengakui bahwa lingkungan Kemenag Kebumen memberikan pengalaman berharga yang jarang ia temui di tempat lain.
“Kebumen ini keras sekaligus hangat. Banyak tantangan, tetapi juga banyak tangan yang mau bekerja sama,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa berbagai program yang ia jalankan hanya mungkin terlaksana berkat kerja kolektif ASN Kemenag.
Dr. Sukarno juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam kepemimpinannya ada hal yang kurang berkenan, dan berharap sinergi yang sudah terbangun tetap terjaga di bawah kepemimpinan baru.
Sambutan Dr. Anif: Putra Kebumen yang “Dijauhkan dari Rumah”
Momen menghangatkan muncul saat Dr. H. Anif Sholihin memperkenalkan diri. Dengan gaya santai dan penuh kejujuran, ia menyampaikan identitasnya sebagai putra asli Kebumen.
“Saya asli lahir di Kebumen, tapi rumah saya di Klaten,” katanya, membuat hadirin tersenyum.
“Saya ini satu-satunya Kakankemenag yang dijauhkan dari rumah, meskipun dekat dengan tumpah darah.”
Ucapan itu menyentuh hati banyak peserta, menggambarkan dinamika birokrasi yang unik sekaligus tekadnya melayani Kebumen tanpa setengah hati.
Humor Kasubag TU Menghidupkan Suasana
Kasubag TU Dr. H. Salim Wazdy, M.Pd. membuat ruangan kembali riuh dengan humor khasnya. “Kita punya banyak pasukan,” ujarnya. “Ada pasukan sandikala yang tidak pulang sebelum magrib, ada pasukan jajan, dan lain-lain.”
Pernyataan itu menggambarkan dinamika internal Kemenag sekaligus memperlihatkan keakraban di antara ASN.
Penutup: Harapan Baru untuk Kemenag Kebumen
Acara ditutup dengan doa dan foto bersama. Pisah sambut kali ini bukan sekadar seremonial, tetapi refleksi kolektif tentang tantangan besar yang menanti, sekaligus harapan bahwa hadirnya putra Kebumen di pucuk pimpinan akan membawa energi baru bagi pelayanan masyarakat.
(Kn.01)
