Perjuangan Pencari Rumput di Musim Kemarau yang Panjang

Kebumen News – 29 Oktober 2025
Kemarau panjang selalu meninggalkan kisah tersendiri bagi warga pedesaan, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada ternak dan pertanian. Begitu pula yang terjadi di Desa Krakal, Dukuh Pager, Kemiri. Pada musim kemarau 2019 yang berlangsung sejak Juni, hujan tak kunjung turun, meninggalkan jejak kekeringan yang memukul keras kehidupan warga.

Hamparan sawah berubah menjadi tanah retak berbelah-belah. Pohon-pohon meranggas, sumber air menyusut, dan ancaman kebakaran hutan kerap muncul akibat kondisi yang terlalu kering. Petani lebih banyak berada di rumah karena lahan tak lagi bisa digarap. Namun bagi warga yang memelihara sapi dan kambing, tantangan terbesar justru dimulai: bertahan mencari rumput di tengah padang kekeringan.

Di antara mereka adalah M. Solihin, warga setempat yang setiap hari harus keluar rumah untuk mencari pakan ternak. Rumput di sekitar desa tak lagi tumbuh sehingga ia terpaksa menempuh perjalanan ke berbagai tempat jauh—Selang, Sruni, Benjaran, Kubang, Jatimalang, Karangsari, hingga Tanahsari. Jarak bukan lagi persoalan; yang penting ternak tetap makan dan bisa bertahan hidup.

Kisah perjuangan ini menggambarkan betapa kerasnya dampak kemarau panjang bagi masyarakat desa. Mereka berharap hujan segera turun, tanah kembali basah, pepohonan menghijau, sumber air pulih, dan yang terpenting—ketika musim hujan datang, banjir tidak ikut mengancam.

Musim kemarau bukan hanya soal cuaca yang kering, tetapi juga tentang keteguhan warga desa menjaga kehidupan, satu ikhtiar kecil setiap hari agar ternak tetap hidup dan harapan tetap menyala. (Kn.01)