LPPNU Kebumen Bekali Petani Muda NU dengan Smart Farming

Kebumen News – 25 Oktober 2025

KEBUMEN – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kebumen terus memperkuat kiprahnya dalam menggerakkan pertanian dan peternakan berkelanjutan berbasis teknologi. Bersama Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, lembaga ini kembali melahirkan inovasi pelatihan yang menyentuh akar persoalan petani muda: efisiensi, produktivitas, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Pelatihan bertajuk Smart Farming Tanaman Melon dan Semangka dengan Irigasi Tetes serta Sistem NFT (Nutrient Film Technique) untuk tanaman sayuran itu digelar Sabtu (25/10/2025) di Pendopo Rumah Kepala Desa Sendangdalem. Sebanyak 60 peserta terdiri atas petani-peternak muda NU, mahasiswa UMNU, kelompok tani, dan kader LPPNU dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Menurut Ketua LPPNU Kebumen, Umi Barokah, M.P., kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk melangkah menuju pertanian cerdas.

“Inovasi teknologi adalah keniscayaan. Petani harus berani berubah agar mampu mandiri dan berdaya saing di era digital,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.

Materi utama disampaikan oleh Dedy Kurniawan, S.Kom., petani muda sukses asal Banjarnegara yang telah membuktikan keberhasilan sistem smart farming di tiga greenhouse miliknya. Ia memaparkan teori dasar irigasi tetes dan sistem NFT yang kini menjadi tulang punggung pertanian modern. Dengan metode ini, petani dapat menghemat air hingga 60 persen, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan menjaga kestabilan nutrisi tanaman.

“Kuncinya ada pada data dan kontrol. Kita tidak lagi menebak, tapi membaca kebutuhan tanaman secara ilmiah,” ujar Dedy di hadapan peserta yang tampak serius memperhatikan.

Setelah sesi teori, para peserta langsung menuju greenhouse PkM UMNU Kebumen di Desa Sendangdalem untuk praktik lapangan. Mereka belajar mengolah media tanam cocopeat, menanam bibit melon dan semangka yang sudah disemai, hingga mencoba sistem irigasi tetes secara langsung.

Kepala Desa Sendangdalem, Yuli Imam Susanto, A.Md., memberikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini.

“Pelatihan seperti ini bukan hanya meningkatkan keterampilan petani, tapi juga membuka wawasan bahwa pertanian masa depan ada di tangan generasi muda yang melek teknologi,” katanya.

Greenhouse yang digunakan merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMNU Kebumen yang dirancang sebagai pusat edukasi pertanian modern. Keberadaannya diharapkan menjadi laboratorium terbuka bagi masyarakat desa untuk mengenal sistem pertanian cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, LPPNU Kebumen menegaskan komitmennya untuk memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kemajuan teknologi. Petani muda NU diharapkan tak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi juga agen perubahan yang siap menjawab tantangan krisis pangan, perubahan iklim, dan modernisasi pertanian di pedesaan.

(Kn.01)