#Seri 1 Batik Kebumen
Kebumen News – 21 Oktober 2025
Pada dekade 1950-an hingga awal 1960-an, batik menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kebumen. Di tengah suasana pembangunan bangsa yang baru merdeka, industri batik tumbuh sebagai nadi ekonomi rakyat. Sentra-sentra batik seperti Watubarut dan Tanuraksan menggeliat, menjadi tempat ribuan warga menggantungkan hidup — mulai dari para pembatik rumahan, pengusaha kecil, hingga pedagang kain yang menjajakan hasil karyanya ke berbagai kota.
Dalam denyut kehidupan ekonomi itu, Koperasi Batik Sakti hadir sebagai penggerak utama sekaligus wadah perjuangan sosial. Koperasi ini tidak hanya memperkuat usaha batik rakyat, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian ekonomi. Salah satu kiprah monumental koperasi ini adalah hibah bangunan jembatan penghubung di atas Kali Gawe, dekat Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin Gunung Mujil, Bumirejo. Jembatan itu memperlancar transportasi warga menuju Watubarut — pusat aktivitas ekonomi batik di Kebumen.
Kemudian, pada 1 Agustus 1959, Koperasi Batik Sakti kembali menorehkan sejarah dengan menghibahkan sebuah bangunan gedung kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen. Gedung yang kini berada di sisi barat kompleks SMA Negeri 1 Kebumen itu digunakan untuk kegiatan pembelajaran, menjadi simbol nyata kepedulian koperasi terhadap pentingnya pendidikan bagi kemajuan daerah.
Menariknya, di balik kiprah besar Koperasi Batik Sakti terdapat sosok ulama dan organisator ulung, KH. Umar Khanafi. Ia merupakan penasihat koperasi sekaligus pengurus GKBI pusat, dan juga salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kebumen, bersama KH. Achmad Nasicha. Ketiganya dikenal sebagai tokoh yang menggabungkan kekuatan spiritual, sosial, dan ekonomi dalam satu tarikan nafas perjuangan.
Fakta ini menjadi penanda penting bahwa NU pada masa awal berdirinya memang berakar pada gerakan ekonomi rakyat. Para pendirinya banyak berasal dari kalangan saudagar dan pelaku usaha batik, yang sebelum bernama NU disebut Nahdlatut Tujjar — kebangkitan para pedagang. Maka tidak berlebihan bila semangat Koperasi Batik Sakti sejalan dengan ruh awal NU: membangun kemandirian umat melalui kerja nyata di bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan.
Dari sinilah terlihat bahwa batik Kebumen bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga jejak perjuangan dan kebangkitan sosial-ekonomi rakyat Nahdliyin yang mewarnai sejarah pembangunan daerah. (Kn.01)
