Kebumen News – 20 Oktober 2019
Peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Desa Jemur kembali dikenang sebagai salah satu momentum paling meriah dalam sejarah kegiatan TPQ setempat. Rangkaian wide game, outbound, hingga berbagai lomba santri yang digelar pada Minggu, 20 Oktober 2019, bukan hanya memupuk kemandirian dan keberanian anak-anak, tetapi juga memperkuat tradisi keagamaan dan kebersamaan warga Nahdliyyin di tingkat desa.
Kegiatan yang dipusatkan di kompleks Balai Desa Jemur serta area Jemur Adventure Park ini melibatkan seluruh TPQ se-Desa Jemur. Panitia di bawah kepemimpinan Ahmad Toyibi menyusun agenda yang rapi, terstruktur, dan menggambarkan soliditas warga. Seksi acara dipimpin Sodikin, S.Pd.I, sementara unsur humas hingga keamanan dikawal perangkat desa, Banser, dan tokoh masyarakat dari RW 01 hingga RW 03.
Wide game menjadi kegiatan inti pagi hari. Para santri menempuh rute dari panggung utama Balai Desa, melewati lapangan badminton, area parkir bawah JAP, halaman rumah warga, hingga finish di Jemur Adventure Park. Tujuh posko disiapkan, mulai dari yel-yel Yalal Wathon–Indonesia Raya, doa harian, hafalan surat pendek, bacaan Al-Barzanji, pengetahuan umum, PBB, hingga ujian ketangkasan outbound. Para penguji adalah ustadz-ustadzah serta tokoh Karim, dari Mufid Iryanto, Risa Pramita, hingga K. Habib Sholeh Sokawera.
Bersamaan dengan itu, panggung utama Balai Desa menjadi arena lomba adzan serta pidato. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa teks, bahkan diperbolehkan menggunakan bahasa Jawa, Indonesia, Arab, Inggris, maupun campuran. Setelah Dzuhur, suasana berubah lebih riuh dengan lomba perkusi dan paduan suara, yang mewajibkan kreativitas alat musik dari barang bekas serta penampilan lagu-lagu keislaman dan nasional.
Rangkaian kegiatan diatur melalui ketentuan teknis yang disiplin: setiap TPQ mengirimkan regu wide game berisi maksimal 10 santri, peserta wajib berpakaian muslim, membawa bekal makan siang, serta seluruh santri membawa oncor untuk pawai obor yang dijadwalkan pada Senin malam, 21 Oktober 2019. Panitia hanya menyediakan snack dan minyak untuk obor, sementara antusiasme peserta dibiarkan tumbuh secara alami.
Selain perlombaan, agenda besar Hari Santri Nasional 1441 H ini mencakup technical meeting pada 19 Oktober 2019, pawai obor keliling desa, penyerahan hadiah, serta pelantikan kepengurusan Ansor dan Fatayat NU Ranting Desa Jemur. Pada malam yang sama, kegiatan dilanjutkan dalam rangkaian program MWC NU Kecamatan Kebumen yang mempertemukan para kader untuk konsolidasi dan doa bersama.
Di tengah hiruk-pikuk perlombaan dan pawai, semangat terbesar terlihat dari wajah para santri yang menikmati setiap pos wide game, berlatih pidato tanpa teks, memukul alat musik dari barang bekas, hingga menyanyikan Yalal Wathon dengan lantang. Bagi masyarakat Desa Jemur, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan—namun sebuah penguatan identitas, syiar, dan kebanggaan sebagai santri yang siap menjaga tradisi keagamaan dan kecintaan pada tanah air. (Kn.01)
