Kebumen News – (25 Januari 2026)
Masjid Jami’ Al Ihsan Karangtengah, Desa Muktisari, Kebumen, menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat dalam rangka Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Khotmil Qur’an wal Kutub ke-20 TPQ dan Madin Al Ihsan, Ahad Pahing, 25 Januari 2026. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ikhtiar kolektif untuk meneguhkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi peradaban sejak usia dini.
Rangkaian acara berlangsung selama tiga hari, dimulai Jumat (23/1/2026) dengan sema’an Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan Sabtu (24/1/2026) dengan khataman jilid, khotmil kutub, pawai ta’aruf, serta pentas kesenian tradisional. Puncak acara digelar Ahad pagi dengan pembukaan resmi, khotmil Qur’an wal kutub, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prosesi imtihan santri, hingga pengajian umum. Acara ini dirangkai dengan Harlah ke 100, NU Ranting Muktisari.
Pengajian disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Kaliwader, Bener, Purworejo, sekaligus Ketua MUI Kabupaten Purworejo, KH. Ahmad Rofiq Husnuddin. Dalam mauidlah hasanahnya, beliau mengingatkan bahwa pemilik harta sejatinya adalah Allah swt, “Jadi tujuan kita melaksanakan sesuatu, jangan karena harta tapi karena pemilik harta itu,yaitu Allah swt.” Tutur Kyai Rofik.
Ketua Takmir yang sekaligus Ketua Tanfidziyah NU Ranting Muktisari H.Mohamad Riyadi dalam sambutannya menjelaskan “Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu”—sebaik-baik manusia adalah mereka yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Pesan tersebut menegaskan bahwa kemuliaan umat tidak lahir dari kemegahan materi, melainkan dari kedekatan dengan Al-Qur’an yang dipelajari, diajarkan, dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TPQ dan Madin Al Ihsan yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam memajukan Kebumen dari sisi pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan Al-Qur’an sejak dini. Menurutnya, pendidikan keagamaan yang kuat merupakan investasi jangka panjang bagi karakter generasi Kebumen.
Turut hadir Camat Kebumen, H. Karyanto, MM. Kepala Desa Muktisari Sa’dan,ST, Ketua MCNU Kebumen H. Hadi Winarko jajaran ta’mir masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, wali santri, serta masyarakat sekitar yang memadati area Masjid Jami’ Al Ihsan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, dan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai religius di tengah arus zaman.
Selain sebagai momentum spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para santri TPQ dan Madin Al Ihsan yang telah menyelesaikan tahap pembelajaran Al-Qur’an dan kitab-kitab dasar. Prosesi imtihan dan khotmil kutub menjadi penanda bahwa pendidikan keagamaan di tingkat akar rumput terus bergerak, hidup, dan memberi harapan.
Peringatan Isro’ Mi’roj dan Khotmil Qur’an wal Kutub di Masjid Jami’ Al Ihsan ini menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pendidikan, kebudayaan, dan pembinaan generasi. Dari Karangtengah, semangat mencintai Al-Qur’an kembali diteguhkan sebagai jalan membangun peradaban yang berakhlak dan berdaya saing. (Kn.01)
