Kebumen News – 12 November 2025
Jakarta – Sebuah kebanggaan tersendiri datang dari dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Kebumen. Sarifudin, S.Pd.I., M.Pd., guru MTs Negeri 6 Kebumen, tampil sebagai salah satu narasumber dalam Konferensi Internasional bertajuk “Implementation of Cross-Cultural Religious Literacy in Education” yang diselenggarakan pada 11–12 November 2025 di Jakarta.
Dalam forum ilmiah bergengsi yang dihadiri para tokoh nasional dan internasional ini, Sarifudin memaparkan program unggulan madrasah bertema “Literasi Keagamaan Lintas Budaya dalam Kepedulian Sosial”. Program tersebut menjadi sorotan karena mengangkat praktik kerja sama lintas iman antara remaja Islam MTsN 6 Kebumen dan remaja Kristen Gereja Kristen Jawa (GKJ) Tengahan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah.
Menurut Sarifudin, kegiatan ini lahir dari semangat membangun kepedulian sosial dan toleransi antarumat beragama sejak usia remaja. Ia menegaskan, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab moral dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan universal.
“Remaja perlu dibekali dengan nilai-nilai kemanusiaan dan empati lintas agama agar tumbuh menjadi generasi yang damai dan beradab,” ujarnya di hadapan peserta konferensi.
Konferensi internasional tersebut menghadirkan deretan pembicara penting, di antaranya:
- Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia;
- H.E. Dr. Ali Rashed Al Nuaimi, Chairman of Manara Center for Coexistence of Dialogue, Uni Emirat Arab;
- Gusti Ayu Putu Suwardani, Bc.IP., S.H., M.Si., Kepala Badan Pengembangan SDM Hukum, Kementerian Hukum RI;
- Dr. Andreas Weissenback, MBA, Wakil Rektor University College of Teacher Education of Christian Churches, Austria;
- Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Senior Fellow Leimena Institute sekaligus anggota Steering Committee BPIP.
Kegiatan dua hari tersebut dirancang dalam format diskusi interaktif yang menumbuhkan dialog terbuka lintas budaya dan agama. Menariknya, pada sesi penutupan, panitia bersama para peserta membagikan paket sembako kepada tokoh dan remaja Kristen sebagai simbol nyata kepedulian sosial lintas iman.
Melalui momentum ini, MTs Negeri 6 Kebumen menegaskan diri sebagai madrasah yang progresif dan berwawasan global. Tak hanya fokus pada pencapaian akademik, madrasah ini juga aktif membangun ruang-ruang dialog yang memperkuat nilai toleransi, kemanusiaan, dan solidaritas sosial di kalangan pelajar.
Kontribusi Sarifudin di tingkat internasional menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya tempat belajar agama, tetapi juga laboratorium kebhinekaan yang menumbuhkan semangat hidup damai di tengah perbedaan. (Kn.01)
