Kebumen News – 16 November 2025
Geopark Kebumen kembali menjadi perbincangan hangat setelah resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, 17 April 2025. Status ini bukan sekadar pengakuan simbolis, melainkan loncatan besar yang mengukuhkan Kebumen sebagai laboratorium geologi terbuka berskala dunia.
Dalam kunjungannya, Anggota DPRD Kebumen Bangkit Hanis Saputro SE menegaskan bahwa Geopark Kebumen memiliki kelengkapan jenis batuan yang langka. “Ini umrohnya para geolog. Semua mahasiswa geologi dari Indonesia, Asia Tenggara, bahkan dunia seharusnya datang ke sini,” ujarnya, Jumat (14/11).
Penegasan Bangkit bukan tanpa alasan. Hampir seluruh tipe batuan dapat dijumpai di kawasan geopark, mulai dari batuan purba berusia ratusan juta tahun, fosil-fosil langka, hingga bentang alam karst megah seperti Gua Petruk dan situs Watu Kelir. Keanekaragaman inilah yang menjadikan Kebumen salah satu rujukan terlengkap dalam mempelajari proses tektonik lempeng di Asia Tenggara.
Menguatnya posisi Geopark Kebumen di panggung global ikut mendorong meningkatnya nilai investasi kawasan. Status UNESCO menempatkannya dalam jaringan geopark internasional yang fokus pada tiga pilar: perlindungan, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan kata lain, Kebumen kini memiliki tiket resmi untuk masuk dalam arus wisata edukasi bertaraf dunia.
Bangkit menilai peluang ini akan semakin besar jika Pemerintah Kabupaten Kebumen dan LIPI memperkuat kerja sama hukum dan kelembagaan. “Dengan payung hukum yang jelas, kunjungan mahasiswa dan peneliti ke fasilitas LIPI akan berdampak langsung pada PAD Kebumen. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi ekosistem ekonomi berbasis sains,” tegasnya.
Ia menekankan perlunya pengembangan infrastruktur riset, fasilitas kunjungan ilmiah, hingga layanan edukasi terpadu yang tidak merusak lingkungan. Menurutnya, geopark hanya akan memberikan manfaat jangka panjang jika dikelola dengan prinsip keberlanjutan.
Geopark Kebumen kini berada pada momentum emas: pengakuan dunia di tangan, kekayaan geologi tak tertandingi, dan minat global terus meningkat. Tantangannya adalah memastikan potensi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan pelestarian alam untuk generasi mendatang.
(Kn.01)
