Cak Imin: Keluarga Difabel Harus Jadi Prioritas Kebijakan Bantuan Pemerintah

Kebumen News – 7 November 2025

Kebumen – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) H. A. Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keluarga penyandang disabilitas dalam kebijakan bantuan pemerintah. Hal itu disampaikan saat berkunjung ke Rumah Inklusif Kebumen, Jumat (7/11), yang dikenal sebagai wadah pemberdayaan keluarga difabel dan penggerak batik Pegon khas Kebumen.

Kehadiran Cak Imin disambut hangat oleh para pegiat difabel, disaksikan pula oleh sejumlah tokoh penting. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Anggota DPR RI dari Dapil VII R. Taufik Abdillah, Deputi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani, Wakil Bupati A. Zaini Miftah, serta Anggota DPRD Kebumen Fraksi PKB. Hadir pula Ketua IKA PMII Kebumen dr. H. Makruf Widodo, pegiat sosial Mu’inatul Khoeriyah, dan pendiri Rumah Inklusif Ahmad Murtajib.

Begitu turun dari mobil, Cak Imin langsung dipakaikan jas batik Pegon — simbol kebanggaan hasil karya komunitas difabel Kebumen. Momen tersebut menjadi istimewa karena diiringi penampilan anak-anak difabel yang memeragakan busana batik Pegon dengan penuh percaya diri. Cak Imin tampak tersenyum lebar, sesekali bertepuk tangan menyemangati mereka.

Dalam kesempatan itu, perwakilan Rumah Inklusif, Mu’inatul Khoeriyah, menyampaikan kisah perjuangan keluarga-keluarga difabel yang berjuang secara mandiri. “Ada anak-anak yang dijauhi keluarga, dibully di sekolah, dan sering dipandang sebelah mata. Kami para orang tua berinisiatif mendirikan komunitas ini, mengumpulkan iuran untuk membuat batik Pegon. Hasilnya kami masukkan ke lumbung Rumah Inklusif untuk membiayai sekolah dan usaha anak-anak difabel,” ungkapnya dengan haru.

Mu’inatul berharap pemerintah memberi perhatian lebih pada keluarga yang memiliki anggota difabel, agar mereka memperoleh prioritas dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Menanggapi hal itu, Cak Imin menyatakan dukungan penuh terhadap Rumah Inklusif Kebumen. Ia bahkan menyetujui seluruh usulan program yang diajukan, termasuk Lumbung Rumah Inklusif sebagai wadah ekonomi kreatif berbasis komunitas difabel. “Saya sangat mendukung inisiatif ini. Apa yang dilakukan Rumah Inklusif adalah contoh nyata kemandirian dan keberdayaan masyarakat yang harus didukung pemerintah,” ujar Cak Imin.

Tak hanya dukungan moral, Menko PMK itu juga menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta dari PMN dan tambahan Rp225 juta dari Kementerian untuk mendukung kegiatan pemberdayaan di Rumah Inklusif. Di hadapan para pegiat dan keluarga difabel, Cak Imin bahkan menyatakan kesediaannya menjadi anggota Lumbung Rumah Inklusif.

Kunjungan Cak Imin ke Kebumen ini menjadi momentum penting bagi komunitas difabel untuk semakin diakui dan diberdayakan. “Rumah Inklusif bukan sekadar tempat, tetapi gerakan sosial. Dan saya melihat semangat itu tumbuh kuat di Kebumen, tidak ada anak-anak istimewa yang diturunkan kepada orang tua yang tidak istimewa, artinya semua irang tua yang memiliki anak difabel adalah orang tua istimewa” tutup Cak Imin.

Selain ke rumah Inklusif, cak Imim juga mengunjungi dan meresmikan Pameran UMKM di Kpal Mendoan Alun-alun Kebumen.

(Kn.01)