Asrama Putra Ponpes di Puring Ludes Terbakar, 76 Santri Terdampak Kerugian Capai Rp450 Juta

Kebumen News – 12 Maret 2026

Musibah kebakaran melanda kompleks Pondok Pesantren Roudlotul Alibin Wadda’wah As-Siddiqiyah di Dukuh Jurutengah RT 002 RW 002 Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, pada Kamis dini hari (12/3/2026). Kobaran api yang muncul sekitar pukul 02.30 WIB menghanguskan bangunan asrama putra dan menyebabkan puluhan santri kehilangan tempat tinggal sementara.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang santri yang melihat kobaran api dari kamar bagian barat lantai dua. Api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah kamar lain di bangunan asrama. Dalam waktu singkat, api melahap bangunan semi permanen berukuran sekitar 10 x 22 meter yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal para santri.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun dampaknya cukup besar. Sebanyak 76 santri putra dan putri terdampak langsung, sementara satu keluarga yang berada di sekitar lokasi juga turut tercatat dalam data terdampak.

Hasil asesmen lapangan menyebutkan sedikitnya enam kamar asrama hangus terbakar. Atap asbes bangunan hancur dilalap api. Sejumlah barang milik santri seperti kitab-kitab pelajaran, buku, pakaian, hingga tiga unit mesin jahit yang berada di dalam bangunan ikut musnah.

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp450 juta. Nilai tersebut masih bersifat perkiraan awal dan kemungkinan dapat bertambah setelah pendataan lebih rinci dilakukan.

Tim dari LPBI NU Kabupaten Kebumen bersama relawan Terkam LPBI NU Kecamatan Puring dan UPZISNU Kecamatan Puring telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen serta koordinasi dengan pengasuh pondok pesantren. Hingga laporan ini disampaikan, puing-puing sisa kebakaran masih berada di lokasi dan belum dilakukan pembersihan secara menyeluruh.

Sebagai langkah awal penanganan pascakebakaran, para relawan bersama masyarakat sekitar merencanakan kegiatan kerja bakti pembersihan lokasi pada Sabtu hingga Minggu, 14–15 Maret 2026. Dukungan logistik untuk kegiatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar proses penanganan dapat segera dilakukan.

Musibah ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pendidikan, khususnya di kompleks pondok pesantren yang dihuni banyak santri. Solidaritas masyarakat dan jaringan organisasi sosial diharapkan mampu membantu para santri bangkit dari musibah yang terjadi secara tiba-tiba ini.

(Kn.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *