MTsN 7 Kebumen Borong Lima Medali di Kejuaraan Pencak Silat Internasional 2026

Kebumen News – Lima murid MTsN 7 Kebumen menorehkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil meraih lima medali dalam ajang 4th International Indonesian Open Championship 2026.

Kejuaraan pencak silat tingkat internasional tersebut berlangsung pada 14–21 September 2026. Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menjadi pusat pertandingan.

Ajang ini melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Selain itu, Kemenpora bekerja sama dengan KONI, Kemendikdasmen, dan IPSI.

Sebanyak 3.255 pesilat mengikuti kejuaraan tersebut. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Spanyol.

Lima Murid, Lima Medali

Kelima murid MTsN 7 Kebumen berhasil meraih prestasi dalam kategori tanding dan seni. Berikut rincian perolehan medali mereka.

  1. Nur Rokhim (9H) meraih medali emas kategori tanding kelas 1 putra. Ia merupakan alumni SDN 1 Tunggalroso.
  2. Abimanyu Zainul Muttaqin (9J) meraih medali emas kategori jurus tunggal IPSI. Ia merupakan alumni SDN 2 Tunggalroso.
  3. Rofiq Rifai (9I) meraih medali emas kategori tanding kelas E putra. Ia merupakan alumni SDN 2 Sarwogadung.
  4. Alifia Qurotta Ayun (8C) meraih medali perak kategori tanding kelas H putri. Ia merupakan alumni SDN Krubungan.
  5. Akhmad Wafi Falakhudin Tamim (8J) meraih medali perunggu kategori tanding kelas E putra. Ia merupakan alumni MI Imam Puro Dlangu.

Dengan demikian, MTsN 7 Kebumen mengoleksi tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi madrasah dalam mengembangkan bakat murid.

Kepala Madrasah Apresiasi Perjuangan Atlet

Kepala MTsN 7 Kebumen, Yunam Arif, mengapresiasi prestasi kelima atlet tersebut. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan kemampuan madrasah dalam mengembangkan potensi murid.

“Deretan kejuaraan ini membuktikan bahwa madrasah bukan hanya unggul dalam akademik dan akhlak. Madrasah juga mampu bersaing di kancah internasional melalui pencak silat,” ungkap Yunam Arif.

Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut membutuhkan kerja keras dan kedisiplinan. Selain itu, semangat juang serta doa turut mendukung keberhasilan para atlet.

“Meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu di tingkat internasional bukanlah hal yang mudah. Ini merupakan bukti nyata kerja keras, kedisiplinan, semangat juang, dan doa yang tidak pernah putus,” jelasnya.

Yunam Arif juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru pembimbing, dan orang tua. Mereka turut mendampingi murid selama proses latihan hingga pertandingan.

Dorong Murid Berani Bermimpi Besar

Kepala madrasah mengucapkan selamat kepada lima atlet MTsN 7 Kebumen. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pijakan menuju pencapaian yang lebih tinggi.

“Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Tetaplah rendah hati, rajin berlatih, dan jangan pernah meninggalkan salat serta akhlak mulia,” pesannya.

Lebih lanjut, Yunam Arif mendorong seluruh murid untuk berani bermimpi besar. Ia juga mengajak mereka membangun prestasi melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah.

“Semoga ke depan semakin banyak duta-duta MTsN 7 Kebumen yang mengharumkan nama madrasah. Semoga mereka juga membanggakan Kebumen dan bangsa Indonesia di mata dunia,” harapnya.

Selain itu, Yunam Arif menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembimbing. Ia mengapresiasi kerja keras mereka dalam melatih para atlet MTsN 7 Kebumen.

“Bimbingan dan kerja keras Bapak/Ibu pembimbing sangat berarti. Berkat pendampingan tersebut, para atlet dapat berpartisipasi dan meraih kejuaraan internasional,” pungkasnya.

Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen MTsN 7 Kebumen. Madrasah terus mengembangkan potensi murid melalui pendidikan, akhlak, dan olahraga. (Kn.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *