Dari Sampah Daun Menjadi “Emas Hijau”, Siswa SMKN 1 Karanggayam Belajar Kompos Bersama UMNU Kebumen

Kebumen News – (6 April 2026)
KARANGGAYAM – Puluhan siswa kelas X SMKN 1 Karanggayam mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Mereka tidak hanya menerima teori di ruang kelas, tetapi langsung diperkenalkan pada praktik pengelolaan limbah organik melalui sosialisasi pembuatan pupuk kompos yang digelar Fakultas Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu mengusung tema inspiratif, “Mengubah Sampah Daun Menjadi Emas Hijau: Inisiatif Pupuk Kompos di Sekolah.” Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pintu masuk penting bagi siswa untuk memahami bahwa limbah di sekitar mereka memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi.

Kepala SMKN 1 Karanggayam, Heri Kurniadi, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa keterampilan praktis seperti pengolahan kompos merupakan bagian penting dari pendidikan karakter berbasis lingkungan. Menurutnya, sekolah tidak boleh berhenti pada transfer ilmu di kelas, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman nyata yang membentuk kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan sekitar.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Faperta UMNU Kebumen. Kegiatan ini bukan sekadar teori, tetapi bekal berharga bagi siswa agar mereka memahami bahwa sampah daun di lingkungan sekolah memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan ilmu yang tepat,” ujarnya.

Materi utama disampaikan langsung oleh Dekan Faperta UMNU Kebumen, Umi Barokah, M.P., yang memaparkan secara sistematis teknik pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Ia menekankan bahwa kompos sebagai “emas hijau” merupakan salah satu solusi pertanian berkelanjutan yang murah, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah.

Para siswa diperkenalkan pada tahapan teknis pengomposan, mulai dari pemilahan sampah organik, proses pencacahan bahan, hingga penggunaan aktivator untuk mempercepat proses fermentasi. Penjelasan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga membuka perspektif baru bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi keterampilan produktif.

Antusiasme siswa terlihat jelas saat sesi diskusi berlangsung. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari lama proses pengomposan hingga cara mengatasi bau selama fermentasi. Interaksi yang hidup antara narasumber dan peserta menjadikan kegiatan ini tidak sekadar sosialisasi, tetapi ruang belajar kolaboratif yang efektif.

Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Karanggayam diharapkan tidak hanya mampu menjaga kebersihan lingkungan sekolah dari tumpukan sampah daun, tetapi juga dapat memproduksi pupuk kompos secara mandiri untuk kebutuhan taman sekolah maupun praktik pembelajaran pertanian. Sinergi antara UMNU Kebumen dan SMKN 1 Karanggayam pun menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan generasi muda yang melek teknologi pertanian sekaligus berwawasan lingkungan. (Kn.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *