Kebumen News – 06 Januari 2026
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Bawaslu tahun 2025 membuahkan hasil nyata di Kabupaten Kebumen. Dari kuota 43 peserta yang ditetapkan, sebanyak 41 peserta dinyatakan lulus dan kini menunggu penerbitan sertifikat resmi dari Bawaslu RI. Capaian ini menempatkan Kebumen sebagai salah satu daerah dengan tingkat kelulusan tinggi di Jawa Tengah.
Secara keseluruhan, P2P Daring 2025 di Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh 1.280 peserta. Di Kebumen, peserta tahap 1 berjumlah 37 orang dengan 35 orang lulus, sementara tahap 2 diikuti 6 peserta dan seluruhnya dinyatakan lulus. Dengan demikian, total 41 peserta berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan kepengawasan pemilu.
P2P Daring bukan sekadar pelatihan singkat. Program ini dirancang sebagai proses pendidikan kepemiluan yang komprehensif dan berjenjang. Peserta direkrut melalui sistem undangan dan delegasi organisasi atau lembaga berbasis pemilih pemula usia 16–25 tahun. Setelah mendapatkan pengarahan dari Bawaslu Provinsi, peserta diwajibkan mengikuti postes, pembelajaran mandiri melalui 12 materi audio visual, penyusunan lembar review selama enam hari, diskusi daring full day, pembelajaran modul lanjutan, postes akhir, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Tahap terakhir adalah fasilitasi pembentukan komunitas alumni sebagai wadah koordinasi gerakan pengawas partisipatif menuju Pemilu 2029.
Anggota Bawaslu Kabupaten Kebumen sekaligus fasilitator kegiatan, Badruzzaman, menegaskan bahwa P2P merupakan proses pendidikan sekaligus transformasi pengetahuan kepengawasan pemilu. “P2P ini bukan kegiatan instan. Ia membutuhkan proses panjang—mulai dari pembelajaran, pembentukan komunitas alumni, hingga pendampingan agar mereka mampu bergerak dan berfungsi secara mandiri. Setelah terbentuk, komunitas pengawas partisipatif akan menjadi mitra kolaborasi Bawaslu. Mereka komunitas mandiri, sementara Bawaslu berperan sebagai perantara dalam proses penguatan,” tegas Badruz.
Sebelumnya, di Kebumen telah terbentuk alumni P2P periode 2020–2024 dengan nama Perisai Demokrasi Bangsa (PDB). Pada Pemilu dan Pemilihan 2024, PDB berperan sebagai pemantau pemilu dan bahkan melahirkan subkomunitas khusus pengawasan siber. Tahun 2025, PDB kembali mengembangkan sayap melalui subkomunitas “Laskar Jaga Hak Pilih” yang fokus mengawasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan hingga tahapan Pemilu 2029.
Tahun 2025 juga menandai lahirnya komunitas alumni baru hasil P2P Daring, yaitu Garda Muda Demokrasi Kebumen (GMDK). Komunitas ini beranggotakan perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa, termasuk PMII, HMI, GMNI, IMM, unsur pemuda desa, serta siswa pengurus OSIS tingkat SLTA yang aktif di kepramukaan. Sistem rekrutmen P2P 2025 yang berbasis undangan dan delegasi organisasi dinilai lebih selektif dibandingkan pola pendaftaran mandiri pada tahun-tahun sebelumnya.
Ke depan, Badruz berharap GMDK dapat bersinergi aktif dengan Bawaslu dalam pengawasan partisipatif tahapan pemilu yang sedang dan akan berjalan. Fokus pengawasan meliputi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), pemutakhiran data partai politik melalui Sipol, serta kegiatan edukasi publik melalui forum warga di Bawaslu Kabupaten Kebumen. “Partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, adalah kunci menjaga kualitas demokrasi. GMDK diharapkan menjadi motor pengawasan yang kritis, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Kn.01)
