Pelatihan Water Rescue LPBI NU Kebumen Angkat Kearifan Lokal, Relawan Dilatih Hadapi Banjir dengan Peralatan Seadanya

Kebumen News – Minggu, 7 Desember 2025.
Di tengah meningkatnya ancaman banjir musiman di wilayah selatan Jawa Tengah, LPBI NU Kebumen mengambil langkah berani dan tidak biasa: menggelar pelatihan Water Rescue berbasis kearifan lokal. Pelatihan yang berlangsung sepanjang Minggu itu menjadi ruang belajar bagi relawan dari lima pilar kemanusiaan NU—LPBI NU, Bagana, GARFA Fatayat, serta CBP dan KPP IPNU-IPPNU—untuk mengasah kemampuan penyelamatan diri dan korban dengan alat seadanya.

Pelatihan ini lahir dari realitas lapangan. Ketika banjir menerjang, perahu karet dan perlengkapan profesional tidak selalu tersedia. Banyak daerah justru mengandalkan apa yang ada di sekitar mereka. Dari sinilah LPBI NU Kebumen menyusun modul inovatif: memaksimalkan ban dalam bekas kendaraan sebagai pelampung darurat, rakit sederhana, hingga alat bantu evakuasi.

Ketua LPBI NU Kebumen, Mudzakir, S.Pd.I., menyampaikan bahwa ketahanan relawan harus dimulai dari kemampuan beradaptasi. “Kesiapsiagaan harus adaptif. Tidak semua daerah bisa dijangkau perahu saat banjir besar. Kami melatih relawan agar mampu membuat rakit sederhana dari beberapa ban dalam bekas, sehingga evakuasi tetap mungkin dilakukan bahkan dengan keterbatasan,” tegasnya.

Di sela latihan, para peserta mempraktikkan cara mengikat ban dalam dengan simpul yang kuat dan aman, teknik berenang menggunakan alat tersebut, serta cara menolong korban yang terbawa arus. Simulasi digelar berulang: dari penyelamatan individu hingga evakuasi kelompok. Di banyak desa rawan banjir, metode semacam ini justru menjadi solusi paling realistis.

Sesi juga diwarnai pesan menggugah dari Kyai Agus Nur Sholeh. Dengan suara mantap dan penuh empati, ia menyampaikan penghargaan yang besar kepada para relawan yang hadir. “Teman-teman sekalian, saya berani mengatakan bahwa kalian semua adalah calon ahli surga,” ujarnya, disambut suasana hening yang penuh haru. Ia menegaskan bahwa pekerjaan kemanusiaan adalah amal yang sangat dicintai Allah SWT. “Kalian meninggalkan kenyamanan demi menolong hamba-hamba Allah yang sedang diuji oleh bencana. Itu bukan pekerjaan biasa—itu kemuliaan.”

Pelatihan Water Rescue berbasis kearifan lokal ini bukan hanya menambah skill teknis para relawan. Ia membangun mental tangguh, kreatif, dan mandiri—ciri khas gerakan NU Peduli dalam mitigasi bencana komunitas. Relawan dilatih bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi memahami bahwa penyelamatan jiwa kadang dimulai dari alat sederhana yang dipadukan dengan ketekunan dan keberanian.

Dengan pendekatan yang lebih dekat pada realitas desa-desa rawan banjir, LPBI NU Kebumen menegaskan diri sebagai pionir pendidikan kebencanaan berbasis komunitas. Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa kemampuan menolong tidak selalu lahir dari kelengkapan alat, tetapi dari ketulusan dan kecerdikan menghadapi keterbatasan. (Kn.01)