Kebumen News – 10 November 2025 — Malam di Markas BPBD Kebumen tampak sibuk. Belasan relawan berseragam oranye dan loreng tengah menyiapkan bahan makanan di atas terpal merah. Aroma bawang yang sedang dikupas berpadu dengan semangat gotong royong. Mereka adalah tim Bagana (Banser Tanggap Bencana) NU Peduli yang berkolaborasi dengan BPBD Kebumen membuka dapur umum bagi warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar.
Peristiwa tanggul jebol itu terjadi pada malam sebelumnya dan mengakibatkan sekitar 300 warga terdampak banjir karena rumah mereka terendam air. Tanpa menunggu lama, tim gabungan segera turun tangan menyiapkan kebutuhan logistik bagi para pengungsi, terutama makanan siap saji.
Menurut Thobroni, Koordinator Bagana NU Peduli Kebumen, dapur umum ini menjadi wujud nyata sinergi antara relawan NU dengan lembaga pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat.
“Kami bekerja bersama BPBD untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Malam ini kami fokus menyiapkan makanan bagi ratusan warga terdampak,” ujar Thobroni di sela aktivitasnya.
Terlihat para relawan, baik laki-laki maupun perempuan, duduk melingkar di lantai, mengupas bawang, memotong sayur, menyiapkan tahu tempe, hingga menakar nasi bungkus. Di sudut lain, petugas logistik memastikan bahan bakar, air bersih, dan perlengkapan masak tersedia.
Kerjasama lintas lembaga ini tak hanya mempercepat distribusi bantuan, tetapi juga memperlihatkan semangat kemanusiaan yang masih kuat di tengah bencana. Di antara wajah lelah para relawan, terselip rasa bangga karena bisa membantu sesama.
“Bagi kami, ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi panggilan nurani. Saat saudara-saudara kita membutuhkan, kita harus hadir,” tambah salah satu anggota Bagana yang tengah mengaduk wajan besar di dapur lapangan.
Sementara itu, BPBD Kebumen terus memantau kondisi tanggul dan mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan lanjutan bersama aparat desa, TNI, Polri, dan relawan lainnya.
Sinergi seperti ini menjadi bukti bahwa kekuatan gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi fondasi kuat masyarakat Kebumen dalam menghadapi setiap bencana. (Kn.01)
