Kebumen News – 22 Oktober 2025. Semangat Hari Santri Nasional tahun ini tidak berhenti di apel kebesaran semata. Di Alun-Alun Pancasila Kebumen, usai seluruh rangkaian apel HSN 2025 berakhir, tim “NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Kebumen” langsung turun tangan menunjukkan aksi nyata: membersihkan lingkungan dan menyiagakan tenaga kesehatan bagi masyarakat.
Gerak cepat ini menjadi bukti konkret bahwa nilai-nilai santri tidak hanya berhenti pada simbol peringatan, tetapi diwujudkan dalam kerja kemanusiaan yang berkesinambungan. Tim “NU Peduli Kemanusiaan” merupakan sinergi solid dari berbagai elemen Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang sosial, kesehatan, dan kebencanaan — mulai dari LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim), LK NU (Lembaga Kesehatan NU), Bagana (Banser Tanggap Bencana), GARFA (Garda Fatayat NU), hingga CBP dan KPP IPNU-IPPNU.
Aksi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris LPBI NU Kebumen, Muhammad Faiz Kharisa, S.Pd, itu berlangsung tertib dan inspiratif. Dalam arahannya, Faiz menegaskan bahwa tanggung jawab moral santri tidak hanya pada doa dan upacara, tetapi juga dalam menjaga kebersihan dan ketertiban ruang publik.
“Setelah kita khidmat berapel, tugas kita selanjutnya adalah mengembalikan kebersihan tempat ini. Santri Mbah Hasyim harus menjadi pelopor kebersihan dan ketertiban. Ini bentuk nyata tanggung jawab kita sebagai bagian dari masyarakat Islam,” ujarnya tegas.
Dua Peran Vital NU Peduli: Sapu Bersih dan Siaga Sehat
Kegiatan ini memiliki dua fokus utama yang mencerminkan wajah humanis dan responsif NU Kebumen:
- Sapu Bersih Sampah dan Edukasi Lingkungan
Relawan dari LPBI NU, Bagana, Garfa, CBP, dan KPP bergerak menyisir area alun-alun untuk mengumpulkan sisa logistik dan sampah plastik pasca-apel. Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum sebagai bagian dari adab sosial. - Tenaga Kesehatan Siaga
Sementara itu, tim gabungan dari LK NU, LPBI NU, PMI, dan Puskesmas menempati pos-pos siaga di sekitar lokasi. Mereka memberikan pelayanan pertolongan pertama bagi peserta apel yang mengalami kelelahan, dehidrasi, atau keluhan ringan lainnya.
Aksi gabungan ini memperlihatkan bagaimana organisasi besar seperti NU mampu memadukan kekuatan spiritual, sosial, dan profesional secara harmonis. “NU Peduli Kemanusiaan” tidak hanya hadir saat bencana, tetapi juga dalam kegiatan publik yang membutuhkan sentuhan kepedulian dan edukasi.
Sinergi berbagai lembaga dan badan otonom NU di Kebumen ini menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi persoalan lingkungan, kesehatan, dan kemanusiaan. Dari lapangan Alun-Alun Pancasila, pesan itu bergema: santri tidak hanya berdoa dan belajar, tetapi juga membersihkan, menolong, dan menjaga kehidupan.
(Kn.01)
