Kebumen News – 21 Oktober 2025.
Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kebumen kembali menegaskan perannya sebagai motor inovasi di bidang pertanian dan peternakan berkelanjutan. Bekerja sama dengan Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, lembaga ini menggelar Pelatihan Pembuatan Pakan Pelet Unggas dan Pemanfaatan Limbah Kohe menjadi Biogas di Balai Desa Sendangdalem, Kecamatan Padureso, Kebumen, pada Selasa (21/10/2025).
Kegiatan bertema “Pemanfaatan Limbah Kohe Menjadi Biogas dan Pembuatan Pakan Konsentrat” ini diikuti oleh 50 peserta dari kalangan peternak muda NU, mahasiswa UMNU, kader LPPNU, serta kelompok tani dan ternak dari berbagai kecamatan.
Efisiensi Pakan dan Energi dari Limbah Ternak
Sebagai narasumber utama, Vian Dwi Chalisty, M.Sc, dosen Fakultas Peternakan UMNU Kebumen, menyampaikan dua topik strategis: pembuatan pakan pelet unggas dan pengolahan limbah ternak menjadi biogas melalui sistem biogester.
Menurutnya, pembuatan pakan pelet mandiri merupakan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan. “Peternak tidak harus bergantung pada pakan pabrikan. Dengan bahan lokal seperti dedak, jagung giling, tepung ikan, dan mineral mix, kita bisa menghasilkan pelet bergizi tinggi dan ekonomis,” jelasnya.
Selain itu, Vian menekankan bahwa teknologi biogester bukan hanya solusi pengelolaan limbah, tetapi juga jalan menuju kemandirian energi pedesaan. “Biogester bukan hanya alat pengolah limbah, tapi simbol kemandirian energi petani. Dengan teknologi sederhana, peternak bisa memiliki sumber energi bersih sekaligus pupuk organik alami,” tambahnya.
Praktik Lapangan: Dari Teori Menuju Implementasi Nyata
Setelah sesi pemaparan, peserta langsung turun ke lapangan untuk membuat pakan pelet dan merakit alat biogester sederhana. Mereka mencampur bahan, mencetak pelet, dan melakukan proses pengeringan alami di bawah bimbingan tim dosen dan mahasiswa UMNU.
Pada sesi kedua, peserta mempraktikkan pengisian kohe sapi ke dalam instalasi biogester, pencampuran dengan air, hingga pemasangan pipa penyalur gas menuju kompor. Proses ini memperlihatkan secara langsung bagaimana limbah ternak dapat diubah menjadi sumber energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan antusias. Peserta aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba setiap tahap kegiatan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami jadi tahu cara membuat pakan sendiri dan memanfaatkan limbah untuk energi,” ungkap M. Taufiq, peternak muda dari Kecamatan Alian.
Menyiapkan Generasi Peternak NU yang Mandiri dan Inovatif
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen LPPNU Kebumen untuk membangun ekosistem pertanian dan peternakan berbasis kemandirian pangan dan energi. Dengan pendekatan aplikatif dan berorientasi lapangan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa diterapkan langsung di kandang dan lahan mereka.
Program ini sejalan dengan visi besar Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban pertanian yang berkeadilan dan berkelanjutan, berlandaskan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin — menjaga bumi, menyejahterakan manusia, dan menciptakan harmoni antara alam dan kehidupan.
(Kn.01)
