#Seri 2 Batik Kebumen
Kebumen News – 21 Oktober 2025
Di tengah arus sejarah pembangunan bangsa, kekuatan ekonomi rakyat telah terbukti menjadi fondasi yang menopang berdirinya Indonesia. Salah satu wujud paling nyata dari semangat itu dapat ditemukan di Kebumen, melalui kiprah Koperasi Batik Sakti, yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga memberi kontribusi langsung bagi pembangunan negara melalui infrastruktur dan pendidikan.
Pada dekade 1950-an hingga awal 1960-an, industri batik menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kebumen. Di berbagai kampung, suara canting dan aroma malam menjadi penanda kehidupan yang bergeliat. Ribuan warga menggantungkan hidup dari batik, menjadikannya bukan sekadar karya seni, melainkan denyut ekonomi dan simbol kemandirian rakyat. Dalam konteks inilah, Koperasi Batik Sakti tumbuh sebagai perwujudan gagasan besar Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, yang menyebut bahwa koperasi adalah sokoguru perekonomian nasional.
Koperasi Batik Sakti tidak berhenti pada kegiatan ekonomi semata. Ia menerjemahkan semangat gotong royong ke dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui hibah pembangunan jembatan penghubung di atas Kali Gawe, dekat Pondok Pesantren Raudlatul Tholibin Gunung Mujil, Bumirejo. Jembatan tersebut membuka akses masyarakat menuju Watubarut, pusat industri batik Kebumen kala itu. Infrastruktur ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mempercepat distribusi hasil produksi batik — menjadikan jembatan itu simbol keterhubungan antara kerja keras rakyat dan pembangunan daerah.
