GENNUK Ranting NU Bocor Salurkan 100 Kantong Semen untuk Pembangunan Masjid Mamba’ul Ulum

Buluspesantren – Gerakan Nahdliyyin Nusantara Unggul dan Kreatif (GENNUK) Ranting NU Bocor kembali menebar manfaat bagi masyarakat. Kali ini, mereka menyalurkan 100 kantong semen @50 kg untuk mendukung pembangunan Masjid Mamba’ul Ulum, yang berlokasi di Dukuh Pedati, Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua NU Ranting Bocor, Kyai Masruri, S.Ag, didampingi Koordinator GENNUK, Kyai Muadim, dan diterima oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Mamba’ul Ulum.

Dalam sambutannya, Kyai Muadim menegaskan bahwa kegiatan pentasyarufan ini merupakan wujud nyata gerakan NU yang hadir untuk memberi manfaat langsung bagi umat.

“Pentasyarufan ini menjadi bukti bahwa hasil infak dari masyarakat tidak hanya dikumpulkan untuk memperkaya jam’iyah. Sudah saatnya NU benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kyai Muadim memaparkan bahwa program GENNUK Ranting NU Bocor tidak hanya berfokus pada bantuan pembangunan, tetapi juga menyentuh berbagai bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Program Sosial

  • Rencana pelaksanaan santunan yatim secara rutin setiap Jum’at Kliwon, berbarengan dengan kegiatan selapanan Muslimat NU Ranting Bocor.
  • Program santunan duka bagi warga Bocor yang meninggal dunia, yang sudah berjalan secara berkelanjutan.

Bidang Ekonomi

  • Akan segera dilaksanakan program Kambingisasi sebagai upaya pemberdayaan ekonomi umat, dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

Bidang Pendidikan

  • GENNUK telah menyalurkan perangkat alat tulis dan tas sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bidang Kesehatan

  • Bekerja sama dengan UPZISNU MWCNU Buluspesantren dan LAZISNU PCNU Kebumen, GENNUK menjalankan layanan antar jemput pasien secara gratis, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pentasyarufan ini menjadi bagian dari semangat baru NU di tingkat ranting — bahwa kemandirian jam’iyah bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan warga. (Kn.01)